The X Files: I Want to Believe
He.. ini film di bioskop setelah sebulan lebih aku gak nonton. Sore
ini aku milih ngabuburit dengan dengan menonton Film ini bareng barori
dan gindah. Dan musti kabur dari tugas meliput acara buka puasa dengan
tukang becak di aula kantor. Sore ini aku pusing, setelah mengejar
deadline 3 website yang ternyata terus terusan musti dibongkar pasang.
Aku memilih kabur juga, setelah sempat ’senwen’ karena tiba-tiba ada kabar ”laut” ku sedang dideketi sahabatku sendiri .
I
Want to Beleive. Memang ini menjadi tema sentral seperti opisode demi
episode The X Files jaman SMA dulu. Entah mengapa setelah hampir 13
tahun tema ini masih menjadi tema yang menarik (Mungkin lebih 13 tahun,
aku gak ngerti persisnya serial ini nonggol di TV.. yang kutahu Gillian Anderson sudah terlihat tua di Film kali ini.…).
Ra
ngkaian cerita film sequel ini berawal mirip dengan film lain yang
mencoba mengangkat memori kita tentang tokoh tokoh lama. Diceritakan
bagaimana Fox Mulder dan dan Dr. Dana Scully sudah pensiun dan meninggal
kan ’kegelapan’ ( begitu mereka menyebut petualangan memburu ’hantu’,
UFO, ET dll yang dulu mereka lakukan bersama). Dr. Scully sudah menjadi
dokter di RS Katolik dan Fox Mulder masih menjadi sosok stress di
rumahnya yang anti sosial. (Atau entah persisnya gimana.. mungkin
beginilah hidup seorang cenayang).
Intinya,
ada kasus hilangnya seorang agen FBI, dan FBI menyerah serta dianggap
ada hubungan dengan ’dunia cenayang’ karena ketika kader itu hilang, ada
seorang Father Crissma yang merasa punya ’penglihatan’. Disinilah
konflik kemudian terjadi dan cukup apik dibuat sepanjang Film. Bagaimana
seorang Pendeta Katolik sebagai terpidana kasus sodomi 27 anak altar
harus mengatakan sebuah kebenaran melalui ’penglihatan’ tentang sebuah
pembunuhan. Bagaimana pernikahan ganjil terjadi
antara seorang laki-laki mantan anak altar dengan seorang laki-laki
rusia yang psikopat. Bagaimana mitos Frankeinstein hadir dalam
pendekatan ilmiah medis tentang penyelamatan anjing yang konon dari
rusia. Semua terjalin menarik dalam sebuah
rangkaian cerita detektif, misteri dan drama percintaan antara Fox dan
Scully yang masih saja belum selesai.
Bagi
pecinta The X Files pasti mengerti bagaimana pasang surut hubungan Fox
dan Scully dimana mereka saling jatuh cinta karena kekerasan sifat
mereka untuk mengejar kebenaran yang mereka yakini, sekaligus menyadari
bahwa mereka tidak akan bisa bersama karena kekerasan sifat mereka itu.
He.. yang kemudian menjadi masalah (seperti The X Files versi TV juga dulu) adalah
ketika FBI kok jadi bodo banget ketika ada cenayang bekerja bersama
mereka. FBI menjadi gak bisa melakukan analisa apa-apa ketika cenayang
membantu mereka. Sehingga tetap saja di Film ini cenayanglah yang akan
memenangkan perebutan ’kebenaran’ karena ’penglihatan’ mereka.
Ada
Quote yang menarik di akhir cerita ketika Fox mengajak Scully kabur
dari semua masalah itu. Scullly bertanya ” Kita akan tinggalkan
kegelapan ini sejauh –jauhnya ?”. Fox menjawab ” Aku tidak yakin, karena
kegelapanlah yang akan menghampiri kita”.
He..
kita memang bisa meninggalkan masalalu, mimpi dan idealisme kita, namun
kita tidak yakin apakah semua itu suatu saat tidak akan menghampiri
kita .
No comments:
Post a Comment