Uptown Girls
Kali ini aku mau bagi bagi sinopsis film kesukaanku yang aku
tonton 2 tahun lalu (sekitar 2008). Rada telat nih nontonnya, apalagi
ngepost-nya. Tapi buat yang belum nonton film ini, ini bisa jadi
rekomendasi buat kalian.

UPTOWN GIRLS (2003)
Directed by : Boaz Yakin
Produced by : Fisher Steven
Cast : Brittany Murphy, Dakota Fanning, Marley Shelton, Donald Faison, Jesse Spencer, Heater Locklear
Langsung ke sinopsisnya ya, Molly Gun (Brittany Murphy) seorang anak Rockstar
ternama yang meninggal akibat kecelakaan pesawat. Sebenarnya Tommy Gun
(ayah Molly) menyisakan banyak harta untuk Molly, sayangnya, baru
diketahui bahwa asisten ayahnya menggelapkan uang Molly. Molly yang
ceria dan selalu riang pun secara otomatis jadi miskin dan nggak punya
rumah. Beruntung Molly punya sahabat yang baik seperti Inggrid (Marley
Shelton) yang mau nampung Molly, dengan syarat Molly harus cari
pekerjaan.
Itulah yang bikin Molly akhirnya menjadi nany Rae, seorang anak
berusia 8 tahun yang dewasa banget (melebihi Molly). Rae sangat tertib,
bersih, dan kaku. Bertentangan banget sama karakter Molly. Ayah Rae koma
dan menjalani perawatan dirumah sedangkan ibunya super sibuk. Rae
tumbuh menjadi anak menyebalkan yang selalu menekan emosinya. Sedih juga
sih jadi Rae, buat ngungkapin rasa sayangnya ke orangtuanya aja Rae
mesti nahan-nahan ;(. Datengnya Molly dikehidupan Rae bikin Rae frustasi
berat. Rae yang pemurung selalu berantem saat Molly dateng. Niat Molly
sih baik, Molly mau ngajarin gimana cara bersenang-senang dan hidup
sebagaimana mestinya (baca: selayaknya umur Rae) ke Rae, tapi sayangnya
Rae nggak suka cara Molly ngungkapin semua itu, dan pada awalnya Rae
bahkan benci dan mau mecat Molly (seperti nanny Rae sebelum-sebelumnya).
Sibuk dengan Rae bukan berarti Molly nggak bisa sibuk dengan dunianya
sendiri. Molly tergila-gila dengan Neal Fox (Jesse Spencer), cowok charming
yang nyanyi di acara ulangtahunnya. Molly jadi deket banget sama Neal.
Kedekatan ini yang bikin Inggrid dan Molly sempat bersitegang. Inggrid
takut kalau-kalau Molly menghancurkan masa depannya (yang memang
diambang kehancuran mengingat Molly udah nggak punya apa-apa selain
gitar-gitar ayahnya). Akhirnya Molly pindah ke apartement temannya yang
lain Huey (Donald Faison). Nggak bertahan lama hubungan Molly dan Neal,
mereka harus putus. Neal mau melanjutkan karirnya dibidang musik (alasan
lainnya yang aku liat sih kayaknya Neal marah deh jaketnya rusak).
Molly patah hati banget. Terlebih karena udahannya, Neal jadi penyanyi
yang sukses, bahkan dengan hits yang Neal tulis dengan bantuan Molly.
Tapi akhirnya Molly sadar untuk bangkit. Dengan bantuan dua sahabatnya,
Inggrid dan Huey, Molly kembali menjadi nanny yang baik, ditambah lagi
keinginan Molly yang kuat buat meninggalkan kehidupan lampaunya yang
serba gemerlap.
Molly pengen banget jadi nanny yang baik buat Rae. Makanya sekali
lagi Molly mencoba membuka mata hati Rae, kalau Rae sudah sepatutnya
menjalani hidup sebagaimana mestinnya. Molly pun membawa Rae ke Coney
Island. Disana, Molly bercerita tentang kehidupannya dan orangtuanya.
Molly juga bercerita gimana ayahnya meninggal dunia. Diakhir cerita,
Molly nyaranin Rae buat coba ngomong ke ayahnya. Karena walaupun dalam
keadaan koma, ayahnya pasti bisa mendengar Rae dan itu bisa menjadi
penyemangat buat ayahnya untuk bertahan hidup. Akhirnya Rae pun bicara
kepada ayahnya. Untuk pertama kali dia masuk kedalam kamar rawat
ayahnya. Tapi esok harinya Rae malah mendapat kabar bahwa ayahnya
meninggal.
Rae sedih bukan main. Ia menganggap semua yang dikatakan Molly adalah
bohong dan Rae pun pergi melarikan diri. Molly menemukan Rae di Coney
Island duduk sendirian.
Dipenghujung film yang cukup menguras air mata ini, Molly akhirnya
bertekad untuk membenahi hidupnya. Molly bahkan mau melanjutkan
pendidikannya dibidang desain.
No comments:
Post a Comment