THE SPONGEBOB SQUAREPANTS MOVIE [2004]

Saya
sebenarnya bukanlah orang lama yang mengenal aksi SpongeBob SquarePants dan
teman-temannya. Hingga suatu ketika teman saya yang sering menontonnya tiap
pagi, mau tidak mau membuat saya ikut pula menontonnya. Sejak saat itu, saya
merasakan pesona yang tidak biasa dari kartun produksi Nickelodeon ini. Mulai
dari aneka guyonannya yang khas serta penggambarannya yang sangat menarik pula.

Meski
sudah mengenal SpongeBob dan hafal sebagian besar karakternya, tidak lantas
pula membuat saya menjadi penggemar beratnya. Bukan pula saya membencinya.
“SpongeBob Squarepants” adalah kartun yang menarik (lebih ke arah remaja –
dewasa), tapi belum begitu mengikat saya lebih erat ke dalamnya. Kedua sepupu
saya yang masih kecil rutin menyaksikannya di tv setiap pagi. Jika ada waktu
senggang, saya juga ikutan menonton. Tertawa? Tentu saya tertawa lewat tingkah
polah SpongeBob dan Patrick.
Komedi
yang ditawarkan oleh Stephen Hillenburg selaku otak di balik kartun ini sangat
menarik bagi saya. Alhasil saya sering dibuat tertawa. Sepupu saya juga sering
tertawa ketika menontonnya. Pertanyaannya adalah apakah mereka tahu dengan apa
guyonan yang dilontarkan? Saya kurang yakin soal itu. Mungkin komedi di bagian slaptick-nya bisa menghibur mereka yang
masih kecil. Wajarlah karena yang kasat mata mudah dipahami. Tapi tidak untuk
jenis komedi yang lebih ke arah kultural atau parodi di tempat asalnya sana.
Sejauh
ini “SpongeBob SquarePants” telah memiliki dua movie; yang pertama justru baru saja saya tonton ini. Sedangkan
untuk film kedua telah saya tonton beberapa bulan yang lalu dan dapat dibaca
ulasannya di blog ini. Film pertamanya ini bertajuk “The SpongeBob SquarePants
Movie” dan masih disutradarai oleh Stephen Hillenburg yang telah setia menemani
serialnya hingga beberapa musim. Coba tanyakan ke saya, pastilah saya tidak
bisa menjawab sudah ada berapa musim “SpongeBob SquarePants.”
Film
pertamanya ini berpusat pada didirikannya cabang Krusty Krab oleh Mr. Krabs
(Clancy Brown). SpongeBob (Tom Kenny) sebagai pegawai terbaiknya tiap tahun
berharap banyak untuk dijadikan sebagai manager.
Ternyata cerita berakhir lain; Mr. Krabs justru menginginkan agar Squidward
(Rodger Bumpass) sebagai manager.
Hati Spongebob hancur. Alasannya adalah Mr. Krabs menginginkan seseorang yang
lebih dewasa untuk mengelolanya.

Di
saat yang bersamaan, Plankton (Mr. Lawrence) berusaha mendapatkan resep rahasia
Krabby Patty. Sebuah persaingan abadi antara Plankton dengan Mr. Krabs. Cara
licik diberlakukan oleh Plankton. Ia mencuri mahkota dari King Neptune (Jeffrey
Tambor)—raja lautan, dan menjualnya ke Shell City. Setelah itu, Plankton
menyatakan bahwa Mr. Krabs adalah orang di balik menghilangnya mahkota. King
Neptune lantas menghukum Mr. Krabs dengan cara membekukannya. Plankton berhasil
mendapat resep—misi berhasil.
Perasaan
iba dari SpongeBob membuatnya memikul beban untuk menyelamatkan Mr. Krabs.
Bersama dengan Patrick (Bill Fagerbakke), mereka menuju ke Shell City untuk
mendapatkan kembali mahkota milik King Neptune. Selama petualangan itu pula,
SpongeBob menemukan jati dirinya yang sesungguhnya. Yeah, berhasilkah?
“The
SpongeBob SquarePants Movie” masih mengusung banyak hal yang sama dengan serial
tv. Lelucon hiperbolis juga masih tetap dipertahankan. Bagian yang menarik dari
versi movie ini adalah pembagian
porsi untuk live-action; termasuk di
dalamnya ada cameo dari aktor serial
tv terkenal. Film keduanya sendiri tidaklah jauh berbeda, hanya saja lebih stylish dengan memanfaatkan animasi 3D.
No comments:
Post a Comment