The Cold Light of Day (2012) Review : This Year's Abduction
Acara liburan
Will Shaw (Henry Cavill) bersama keluarganya harus berubah menjadi
sebuah mimpi buruk ketika kapal mereka dirampok dan keluarganya diculik.
Tidak hanya itu, Will kini secara tidak jelas (sampai akhir film juga
tidak jelas) menjadi buronan para polisi. Semua misteri ini sedikit
terkuak ketika si ayah, Martin Shaw (Bruce Willis) muncul
menyelamatkannya dari kejaran para polisi. Martin menjelaskan kepada
Will bahwa dirinya adalah seorang agen CIA yang baru saja menggagalkan
sebuah transaksi teroris dan mencuri briefcase yang akan diperjual
belikan itu. Ia berspekulasi bahwa kini para teroris tersebut ingin
mengambil kembali ‘paket’ mereka dan memberi mereka waktu 24 jam saja
untuk mengembalikannya sebelum semua anggota keluarganya dibunuh.
Sayangnya, Will dan Martin tidak tahu di mana briefcase itu kini
berada.
Kualitas film ini sangat mengingatkan saya akan film Abduction yang dibintangi Taylor Lautner tahun lalu. Ya, gaya narasi yang diusung The Cold Light of Day sangat identik dengan Abduction; sama - sama menyedihkan, amatiran, lengkap dengan plot yang tidak make sense, hingga kualitas naskah yang terus menurun seiring aliran durasinya. Bahkan karena begitu miripnya sampai - sampai Sigourney Weaver juga membintangi karakter yang sama seperti yang ia perankan di Abduction! Tidak percaya? Silahkan menyaksikan trailernya sendiri.
Paruh
awal film ini cukup oke sebenarnya dan sangat khas film - film aksi
kelas B, mulai dari dialog - dialog cliche-nya, hingga premisenya yang
sudah diangkat beribu - ribu kali diangkat ke layar lebar itu. Semuanya
masih bisa ditoleransi. Bahkan saya sendiri sempat merasa bahwa
ekspetasi yang saya pasang ini sudah terpenuhi ketika adegan aksi kejar -
kejaran di perkotaan dimulai. Walau memang tidak menghadirkan sesuatu
yang baru dan pistol si tokoh utama tidak pernah di-reload sepanjang
film, namun adegan aksi ini sudah termasuk cukup menegangkan dan sanggup
membuat mata saya terpaku ke layar bioskop; meski tidak dapat
menyangkal bahwa sebagian besar adalah rip-off dari The Bourne Trilogy.
Kehadiran Bruce Willis dan Sigourney Weaver (keduanya adalah salah satu
aktor dan aktris favorit saya) juga semakin meyakinkan saya bahwa film
ini adalah film action thriller ringan kelas B yang menghibur dan mudah
dilupakan.
Namun,
sayangnya, ketika misteri demi misteri mulai terkuak di pertengahan
film, The Cold Light of Day malah semakin menunjukkan boroknya. Alur
ceritanya berubah menjadi kacau balau, tidak masuk akal dan setiap
penjelasan yang dipaparkan oleh karakter - karakternya malah semakin
memperlebar plot hole-nya. Film ini kemudian mulai berjalan di pakem
Abduction yang terus menerus memperburuk kualitasnya dengan beragam
twist murahan dan pengambilan keputusan para karakternya yang seakan -
akan dituntun oleh formula action / thriller yang telah disusun puluhan
tahun yang lalu.
Overall,
tidak perlu berkata banyak mengenai film ini. The Cold Light of Day
jelas sedikit lebih baik daripada Abduction karena sosok Werewolf
annoying itu telah digantikan oleh Henry Cavill yang lebih bisa
berakting. Tetapi, dengan kualitas narasi yang setara dengan Abduction
itu, saya sarankan anda untuk menyaksikannya di DVD saja dan hemat uang
anda untuk menyaksikan The Avengers tanggal 4 Mei nanti. Walau secara
keseluruhan masih enjoyable, film ini menurut saya lebih cocok untuk
dirilis direct-to-video daripada menjadi sebuah film bioskop yang hanya
ingin menipu calon penonton dengan menampilkan sosok Bruce Willis besar -
besar di poster, padahal total screentime-nya tidak sampai 15 menit
(Uppss...)

No comments:
Post a Comment