Film Let’s Be Cops (2014), Komedi Berbalut Aksi Penuh Emosi
Pertama, gue masih takjub sama judul postingan yang gue buat ini. Kesannya kok udah kayak situs review film
kelas wahid, cuma emang dengan dramatisasi yang berlebihan. Mungkin
minggu depan gue bisa-bisa mulai ngereview film kolosal dimana ada orang
naik naga terbang dan tuyul jualan bubur. Entahlah.
Film Let’s Be Cops ini sebenernya belum terlalu lama ada di bioskop. Rasa-rasanya, cuma 1 atau 2 minggu selisih waktu dengan gue nonton midnight film Fury beberapa waktu lalu. Gue masih inget waktu itu mau nonton di bioskoap dan enggak ada film yang terlalu menarik. Salah satu film yang diputer ya Let’s Be Cops ini. Beberapa pertimbangan enggak nonton film ini di bioskop kala itu, pemainnya enggak ada yang terkenal banget dan film jenis komedi begini palingan nanti aja nunggu tersedia file BRRip nya di internet.
Dan beberapa hari lalu, ternyata film ini sudah tersedia versi pak tani di torrent dan beberapa forum Indonesia. Nggak pake lama, gue langsung download walaupun pake koneksi keong. Dua jam berlalu, unduhan udah selesai dan film siap diputar.
Cerita
film langsung dibuka dengan latar belakang dua tokoh utama film. Mereka
adalah dua orang sahabat sejak masih di high school, Ryan (Jake
Johnson) dan Justin (Damon Wayans Jr.). Ryan adalah mantan atlit SMU
yang gagal menembus jalur profesional karena cidera, memiliki
kepercayaan diri yang terlalu tinggi dan kadang menganggap remeh semua
masalah. Sementara Justin adalah seorang desainer video games. Mereka
berdua punya cita-cita yang sama, sukses menaklukkan Los Angeles sebagai
orang sukses. Sampai usia mereka saat ini 30 tahun, dan mereka masih
gagal. Kesian.
Masalah bermula ketika mereka berdua diundang untuk pesta reuni teman-teman SMA. Justin yang merasa masih belum sukses malu untuk dateng ke acara tersebut. Sementara Ryan, dengan kepercayaan diri tinggi, terus mengajak Justing untuk hadir ke pesta ‘topeng’ tersebut. Supaya meriah, mereka memilih kostum sebagai polisi. Dan pesta topeng tersebut ternyata bukan pesta topeng yang mereka bayangkan. Ini adalah bener-bener adegan salah kostum yang bikin ketawa ngakak. Kalau gue yang ngalamin, mungkin udah langsung cabut dari tekape dengan alasan lupa bawa hape, dompet atau salah alamat!
Sepulangnya dari pesta topeng tersebut, mereka berdua jalan-jalan ke pusat kota. Masih dengan pakaian polisi. Alhasil, mereka benar-benar dikira oleh masyarakat sebagai polisi yang lagi patroli. Ryan dan Justin ngerasa kalau pandangan orang ke mereka saat itu adalah yang mereka butuhkan. Sampai-sampai si Josie (Nina Dobrev), cewek cantik pelayan kafe yang disukai Justin, mau diajak berkenalan dan ngobrol dengannya. Jadi wajar aja kalau di Indonesia, banyak penipuan yang dilakuin sama petugas berseragam palsu!
Justin
ngerasa, apa yang sudah mereka perbuat udah cukup ngelewatin batas. Dia
enggak mau lanjut ke tahap yang lebih parah lagi. Tapi Ryan berpikir
lain. Ini adalah yang mereka butuhkan selama ini. Jadi orang yang
dipandang dan punya posisi, ditakutin dan punya ‘pekerjaan’ keren.
Sayangnya, hal ini kemudian yang ngebawa mereka ke masalah dengan level
yang lebih serius lagi. Masalah yang menyangkut nyawa mereka berdua,
pacar si Justin, sampe ke pihak kepolisian LA yang beneran.
Film Let’s Be Cops ini sukses menyuguhkan komedi yang memang bikin gue ketawa lepas, tapi sekaligus bikin pengen nelen orang. Karakter Ryan disini bener-bener sukses memancing emosi orang yang lagi nonton. Jadi ketika mereka dikejer-kejer penjahat dengan pistol laras panjang, gue malah komen “Rasain, banyak tingkah sih!”. Padahal setelah dipikir-pikir, kalau si Ryan gak belagu gitu, filmnya juga gak bakal ada yah?!
Overall, film ini sangat menghibur. Bisa dibilang kemasannya cukup komplit. Ada komedi, ada aksi tembak-tembakan, ada situasi tegangnya juga, dan tentu saja lengkap dengan pemeran cewek cantik si Nina Dobrev. Mungkin kalau skor, gue bakal ngasih point 7.0/10. Enggak bisa dibilang awesome, tapi bohong kalau gue bilang gue gak menikmati film ini. Oh iya, untuk adegan dewasa, kayaknya ada sedikit kissing scene. Tapi gak tau juga kalau ada yang kelewat. Yah, tetep dampingi putra dan putri anda deh. Enjoy!
Film Let’s Be Cops ini sebenernya belum terlalu lama ada di bioskop. Rasa-rasanya, cuma 1 atau 2 minggu selisih waktu dengan gue nonton midnight film Fury beberapa waktu lalu. Gue masih inget waktu itu mau nonton di bioskoap dan enggak ada film yang terlalu menarik. Salah satu film yang diputer ya Let’s Be Cops ini. Beberapa pertimbangan enggak nonton film ini di bioskop kala itu, pemainnya enggak ada yang terkenal banget dan film jenis komedi begini palingan nanti aja nunggu tersedia file BRRip nya di internet.
Dan beberapa hari lalu, ternyata film ini sudah tersedia versi pak tani di torrent dan beberapa forum Indonesia. Nggak pake lama, gue langsung download walaupun pake koneksi keong. Dua jam berlalu, unduhan udah selesai dan film siap diputar.
Cerita
film langsung dibuka dengan latar belakang dua tokoh utama film. Mereka
adalah dua orang sahabat sejak masih di high school, Ryan (Jake
Johnson) dan Justin (Damon Wayans Jr.). Ryan adalah mantan atlit SMU
yang gagal menembus jalur profesional karena cidera, memiliki
kepercayaan diri yang terlalu tinggi dan kadang menganggap remeh semua
masalah. Sementara Justin adalah seorang desainer video games. Mereka
berdua punya cita-cita yang sama, sukses menaklukkan Los Angeles sebagai
orang sukses. Sampai usia mereka saat ini 30 tahun, dan mereka masih
gagal. Kesian.Masalah bermula ketika mereka berdua diundang untuk pesta reuni teman-teman SMA. Justin yang merasa masih belum sukses malu untuk dateng ke acara tersebut. Sementara Ryan, dengan kepercayaan diri tinggi, terus mengajak Justing untuk hadir ke pesta ‘topeng’ tersebut. Supaya meriah, mereka memilih kostum sebagai polisi. Dan pesta topeng tersebut ternyata bukan pesta topeng yang mereka bayangkan. Ini adalah bener-bener adegan salah kostum yang bikin ketawa ngakak. Kalau gue yang ngalamin, mungkin udah langsung cabut dari tekape dengan alasan lupa bawa hape, dompet atau salah alamat!
Sepulangnya dari pesta topeng tersebut, mereka berdua jalan-jalan ke pusat kota. Masih dengan pakaian polisi. Alhasil, mereka benar-benar dikira oleh masyarakat sebagai polisi yang lagi patroli. Ryan dan Justin ngerasa kalau pandangan orang ke mereka saat itu adalah yang mereka butuhkan. Sampai-sampai si Josie (Nina Dobrev), cewek cantik pelayan kafe yang disukai Justin, mau diajak berkenalan dan ngobrol dengannya. Jadi wajar aja kalau di Indonesia, banyak penipuan yang dilakuin sama petugas berseragam palsu!
Justin
ngerasa, apa yang sudah mereka perbuat udah cukup ngelewatin batas. Dia
enggak mau lanjut ke tahap yang lebih parah lagi. Tapi Ryan berpikir
lain. Ini adalah yang mereka butuhkan selama ini. Jadi orang yang
dipandang dan punya posisi, ditakutin dan punya ‘pekerjaan’ keren.
Sayangnya, hal ini kemudian yang ngebawa mereka ke masalah dengan level
yang lebih serius lagi. Masalah yang menyangkut nyawa mereka berdua,
pacar si Justin, sampe ke pihak kepolisian LA yang beneran.Film Let’s Be Cops ini sukses menyuguhkan komedi yang memang bikin gue ketawa lepas, tapi sekaligus bikin pengen nelen orang. Karakter Ryan disini bener-bener sukses memancing emosi orang yang lagi nonton. Jadi ketika mereka dikejer-kejer penjahat dengan pistol laras panjang, gue malah komen “Rasain, banyak tingkah sih!”. Padahal setelah dipikir-pikir, kalau si Ryan gak belagu gitu, filmnya juga gak bakal ada yah?!
Overall, film ini sangat menghibur. Bisa dibilang kemasannya cukup komplit. Ada komedi, ada aksi tembak-tembakan, ada situasi tegangnya juga, dan tentu saja lengkap dengan pemeran cewek cantik si Nina Dobrev. Mungkin kalau skor, gue bakal ngasih point 7.0/10. Enggak bisa dibilang awesome, tapi bohong kalau gue bilang gue gak menikmati film ini. Oh iya, untuk adegan dewasa, kayaknya ada sedikit kissing scene. Tapi gak tau juga kalau ada yang kelewat. Yah, tetep dampingi putra dan putri anda deh. Enjoy!
Mine coins - make money: http://bit.ly/money_crypto
Mine coins - make money: http://bit.ly/money_crypto
Mine coins - make money: http://bit.ly/money_crypto
Mine coins - make money: http://bit.ly/money_crypto
Mine coins - make money: http://bit.ly/money_crypto
Mine coins - make money: http://bit.ly/money_crypto
Mine coins - make money: http://bit.ly/money_crypto
Mine coins - make money: http://bit.ly/money_crypto
Mine coins - make money: http://bit.ly/money_crypto
Mine coins - make money: http://bit.ly/money_crypto
Mine coins - make money: http://bit.ly/money_crypto
Mine coins - make money: http://bit.ly/money_cryptov
Mine coins - make money: http://bit.ly/money_crypto
REVIEW: FAIR GAME
(2011)
Jumat, 11 Maret 2011 | Diposting oleh Fatmila Alhadar
Sean Penn hadir kembali. Kali ini dia beradu akting dengan salah satu
aktris hebat, Naomi Watts, dalam film Fair Game. Terakhir kali Sean Penn
bermain apik di Milk (2008). Berbeda dengan Naomi Watts yang bermain
lebih banyak film di tahun 2009 dan 2010 dibanding Sean Penn, sebut saja
The International (2009), Mother and Child (2009), dan You Will Meet A
Tall Dark Stranger (2010).
Fair Game dinahkodai oleh Doug Liman di bangku sutradara. Rasanya sudah
tidak perlu dipertanyakan lagi kualitas Liman dalam menyutradarai sebuah
film. Sebagian besar film-film hasil besutannya berhasil duduk di
jajaran Box Office. Tentu kita ingat dengan film Bourne yang menempatkan
Matt Damon sebagai pemeran utamanya dan film ini telah mendapatkan
tempat di hati para pecinta film Box Office. Selain itu, Liman juga lah
yang memproduseri film tv seri The OC dan The Knight Rider.
Kali ini Liman juga berhasil membawa Fair Game menjadi sebuah sajian
yang menarik untuk ditonton. Apalagi mengingat film ini based on true
story, jadi membuat penonton menjadi semakin penasaran apakah Fair Game
mampu menuangkan kisah nyata ini menjadi sebuah sajian yang layak untuk
dinikmati.
"Berkisah mengenai Valerie Plame (Naomi Watts) yang bekerja sebagai agen
rahasia CIA. Plame memiliki seorang suami diplomat, Joe Wilson (Sean
Penn). Valerie bekerja memimpin penyelidikan senjata pemusnah massal di
Irak. Dia telah mengorbankan keluarganya, terutama anak-anaknya. Di saat
seharusnya dia berada di rumah, Valerie justru terbang melanglang buana
ke daerah-daerah Timur tengah demi menjalankan misinya sebagai agen
rahasia CIA.
Pada suatu ketika, Joe Wilson akhirnya tiba-tiba terseret namanya ke
dalam penyelidikan yang dilakukan CIA dan Pemerintah menyangkut dugaan
penjualan uranium ke Nigeria. Sebenarnya posisi Joe Wilson sengaja
dimanfaatkan oleh pemerintah guna mendukung isu-isu untuk mewujudkan
perang yang sebenarnya. Bukan hanya itu saja, identitas Valerie yang
selama ini dirahasiakan pun akhirnya dibongkar oleh pemerintah sendiri
tanpa diketahui oleh Valerie. Akhirnya Wilson berjuang mati-matian untuk
membuktikan kebenaran menyangkut dirinya dan istrinya yang merupakan
agen rahasia CIA.
Sebagian besar warga negara Amerika terlanjur termakan oleh isu yang
dibuat oleh pemerintah dan George W. Bush yang kala itu masih menjabat
sebagai Presiden Amerika. Perjuangan Wilson terasa sangat berat karena
hampir tidak ada yang mempercai dirinya dan istrinya. Wilson bahkan
dituduh hanya mencari popularitas dibalik kasus yang menimpa dirinya dan
istrinya. Ditambah lagi Valerie tidak mendukung Wilson dalam
membeberkan kebenaran. Valerie yang pada saat itu sudah sangat rapuh
akhirnya pasrah menerima keadaan dirinya dan keluarganya yang menjadi
hancur lama kelamaan.
Namun pada suatu titik akhirnya Valerie mulai terbuka mata, hati, dan
pikirannya setelah dia menenangkan diri di rumah orangtuanya. Dia sadar
dan kembali bangkit dari keterpurukan yang melanda dirinya dan
keluarganya."
Fair Game berhasil membawakan kisah nyata yang dialami oleh Valerie dan
keluarga ke dalam layar besar. Plot cerita film ini disajikan
berdasarkan kurun waktu, membuat penonton menjadi semakin mudah
mengikuti jalan cerita. Namun sayangnya, plot cerita Fair Game
sebenarnya cukup berat untuk disaksikan oleh orang awam seperti saya.
Jujur saja, saya sebelumnya tidak mengetahui kisah mengenai Valerie.
Jadi dalam mengikuti film ini terkadang saya agak-agak loading. Hal ini
dikarenakan dari awal film ini sampai pertengahan alurnya berjalan
lambat. Namun ketika akhirnya film ini mulai sampai ke akhir cerita
mulai terkuak lah segala misteri yang ada di kepala saya. Jadi, Liman
berhasil membuat film ini menjadi mudah untuk diikuti oleh orang awam.
Dia berhasil membuat akhir bagian film menjadi bagian yang sangat
penting dan klimaks.
Walau terasa sedikit sulit diikuti di awal film, Fair Game tertolong
dengan sinematografi yang baik. Dari satu adegan ke adegan lain terasa
natural dan mengalir, dan juga berhasil menuangkan gambaran jelas di
setiap adegan sehingga sangat membantu plot cerita yang ada.
Kekuatan akting dari para bintangnya juga menjadi suatu nilai lebih
tersendiri. Lagi-lagi Sean Penn bermain dengan sangat baik memerankan
karakter Joe Wilson. Pasti dia sangat bangga karakternya dimainkan oleh
salah satu aktor hebat Hollywood. Sean Penn selalu memiliki penghayatan
yang baik dan maksimal di setiap peran yang dia mainkan. Kali ini saya
juga kembali teringat dengan akting dia ketika di I Am Sam (2001) dan
Mystic River (2003). Saya sangat terpukau dengan penghayatan dia kedua
film itu. Fair Game memang tidak 'se-wah' kedua film yang saya sebutkan
itu, tapi dengan kekuatan akting Penn di sini berhasil membawa Fair game
menjadi sajian yang enak untuk diikuti. Penn tentu saja tidak sendiri
di sini. Naomi Watts juga memiliki andil yang besar dalam kelayakan film
ini. Watts juga berhasil memerankan karakter Valerie Plame dengan
sangat baik. Dia berhasil memunculkan setiap emosi yang dirasakan
Valerie kepada penonton dengan baik. Watts juga berhasil memunculkan
chemistry antara dia dengan Penn. Mereka bermain dan menyatu dengan
baik. Mereka juga mampu memunculkan pengorbanan sebuah keluarga demi
mempertahankan keutuhan dan nama baik keluarga.
Bagi Anda yang ingin mengetahui sepak terjang Bush dalam memanipulasi
rakyatnya sendiri maka Fair Game layak Anda saksikan.
Happy Watching...
Mine coins - make money: http://bit.ly/money_crypto
Mine coins - make money: http://bit.ly/money_crypto
No comments:
Post a Comment