REVIEW: GROWN UPS

"Some guys need a little extra time to mature."
Saya
suka dengan film-film Adam Sandler. Komedinya pas dengan selera saya.
Meskipun ada juga beberapa filmnya yang tidak bagus, namun sebagian
besar saya pasti suka. Sebut saja Billy Madison (1995), Happy Gilmore (1996), The Wedding Singer (1998), Big Daddy (1999), Punch-Drunk Love (2002), Anger Management (2003), 50 First Dates (2004), The Longest Yard (2005), Click (2006), Bedtime Stories (2008),
dan masih banyak lagi. Adam Sandler memang salah satu komedian favorit
saya! Saya yakin pasti banyak juga pembaca blog ini yang menyukai
Sandler. Kalau memang anda sama seperti saya, selalu menikmati film-film
yang dibintangi Sandler (hiraukan beberapa film buruk yang pernah dilakoninya),
maka anda pasti juga akan menyukai filmnya yang satu ini. Terus terang
sudah lama saya tidak tertawa sampai terbahak-bahak saat menyaksikan
film komedi, tapi Grown Ups berhasil membuat saya tertawa sampai sakit
perut!
Grown
Ups diawali dengan adegan pertandingan basket di sebuah sekolah
menengah tingkat pertama pada tahun 1987. Anggota tim terdiri dari Lenny
Feder (Adam Sandler), Eric Lamonsoff (Kevin James), Kurt McKenzie (Chris Rock), Rob Hilliard (Rob Schneider), dan Marcus Higgins (David Spade). Mereka berlima berhasil memenangkan pertandingan tersebut dan sang pelatih, Buzzer (Blake Clark)
terlihat sangat senang karena ini merupakan tim pertama yang berhasil
membuahkan piala untuknya. Tiga puluh tahun kemudian, mereka berlima
sudah memiliki kehidupan masing-masing. Lenny menjadi seorang agen artis
Hollywood yang sukses dan telah berumahtangga dengan dikaruniai tiga
orang anak. Lamonsoff juga sudah memiliki keluarga dan dua orang anak.
Begitu juga dengan Kurt, pria rumahan yang punya dua orang anak dan
istrinya sedang mengandung anak ketiga mereka. Sedangkan Rob menyukai
wanita yang lebih tua dan sedang memacari seorang wanita yang lebih
pantas menjadi ibunya. Lain lagi dengan Marcus yang masih menikmati masa
lajang. Mereka tiba-tiba mendapatkan kabar kalau sang pelatih telah
meninggal dunia, maka mereka beserta keluarga masing-masing harus
kembali ke kampung masa kecil mereka di New England untuk menghadiri
pemakaman. Selesai pemakaman, Lenny ternyata menyewa sebuah rumah danau
untuk menghabiskan liburan akhir pekan bersama. Mereka akhirnya kembali
mengingat masa muda sambil berlibur dengan keluarga.
Tidak ada yang bagus dari jalan cerita film ini, tidak ada yang buruk juga. Simple. Simple. Simple.
Namun harus saya akui kalau saya sangat menikmati reuni kelima sahabat
tersebut beserta keluarga mereka. Dari awal hingga akhir film ada saja
lelucon yang membuat saya tertawa. Perpaduan antara Adam Sandler dan Rob
Schneider mungkin sudah biasa, tapi apa jadinya kalau ditambahkan
dengan Kevin James, David Spade, dan Chris Rock! Bagi saya, ini menjadi
sebuah tontonan yang murni hiburan. Tidak perlu berfikir apapun ketika
menonton film ini, rileks saja dan nikmati filmnya. Akting para cast
yang memang sudah jagonya di jalur komedi memang tidak ada yang perlu
dicela lagi, semuanya bermain baik sesuai dengan porsi masing-masing.
Perpaduan kelima orang komedian ini sangat pas, masing-masing mampu
membuat saya terbahak. Silahkan tonton film ini karena anda pasti akan
terhibur, benar-benar sebuah film yang menawarkan hiburan semata. Tapi
jangan salahkan saya kalau anda tidak bisa berhenti tertawa sepanjang
film. Such-a-ROTFL-movie! :))




No comments:
Post a Comment