Review: Conan The Barbarian (2011)
Sebagai
anak yatim piatu, Conan hidup menjadi anak yang kuat dan dipenuhi rasa
dendam kepada Khalar Zym atas kematian ayahnya. Sang ibu meninggal
ketika melahirkan dirinya. Dalam perjalanannya menuju Hyboria, Conan
tidak sengaja bertemu dengan Tamara dan membuat dirinya jatuh cinta.
Selama perjalanan tersebut, ternyata Khalar Zym sendiri sedang melakukan
pencarian juga terhadap keturunan terakhir yang ternyata tidak lain
tidak bukan adalah Tamara sendiri. Pencarian Khalar pun tidak sendiri
karena ditemani anaknya Marique yang begitu kejam dan menggoda.
Akhirnya
gue bisa juga mereview film ini setelah hampir 2 minggu gue tunda
akibat aktivitas yang padat *curhat*. Kalaupun ada kesalahan kata-kata
harap dimaklumi saja karena gue ga begitu ingat lagi film ini secara
keseluruhan. Belum lagi gue sempat ngantuk ketika menonton film Conan
The Barbarian ini. Daripada penasaran yuk simak review curhatan josep
berikut ini tentang film Conan The Barbarian.
Ketika
mendengar bahwa film ini di kasih rating 0/10 oleh kritikus film di
luar negeri gue langsung bengong dan gak habis pikir apa kesalahan fatal
yang diberikan Marcus Nispel sebagai sutradara film ini. Ketika selesai
menyaksikan film ini gue pun berpikir rasanya masuk akal juga rating
itu diberikan kepada film ini. Tapi gue secara pribadi tidak sesadis
kritikus film itu juga yang tidak memberikan rating apapun terhadap film
ini. Walaupun cerita dibuat amatlah tumpuk menumpuk dan terlalu singkat
akibat pemotongan LSF yng barbar, tapi setidaknya efek visualisasi film
ini begitu nyaman gue nikmati.
Walaupun
visualisasi film ini cukup baik tapi sayangnya sinematografi film ini
terasa begitu gelap sekali. Memang sih ini tipe-tipe film dark gitu tapi
bukan berarti faktor kekurangan cahaya dan membuat penonton terasa
begitu buram ketika menonton film ini dong.
Kayaknya
sudah bosan ya gue berkomentar soal subtitle yang dibuat Parkit Film
selaku pendistribusi film ini ke Indonesia, karena hasilnya toh sama
saja subtitle terlihat begitu berantakan. Para pemain bisa dibilang
tidaklah begitu istimewa ya, apalagi Jason Mamoa yang terlihat kurang
greget dan macho bila dibandingkan film dahulunya yang diperankan oleh
Arnold S. Rachel Nichols pun terlihat hanya sebagai pemanis film ini,
begitu pula dengan Rose McGowan yang terlihat cukup meyakinkan dengan
make-upnya sebagai Marique. Akhir kata Conan the Barbarian terlihat
sekali kurang greget jika memang ini mau dibuat begitu sadis. Selamat
menonton.



No comments:
Post a Comment