Review: Bridesmaids (2011)
Walau sebelumnya pernah mengarahkan Unaccompanied Minors
(2006), nama Paul Feig bagi para penggemar komedi di seluruh dunia
mungkin lebih popular atas kemampuan penyutradaraannya untuk berbagai
serial televisi komedi seperti Arrested Development, The Office maupun 30 Rock. Kini, bekerjasama dengan Judd Apatow, Feig diberi kepercayaan untuk mengarahkan Bridesmaids, film yang jika ingin dinilai secara sempit berdasarkan strategi pemasaran yang dimunculkan lewat deretan trailer-nya, akan dinilai sebagai sebuah versi wanita dari komedi sukses The Hangover (2009). Untungnya, Bridesmaids bukanlah sebuah versi kopian murah dari The Hangover.
Tentu, film ini berkisah mengenai perjalanan sekelompok pendamping
perempuan seorang pengantin menjelang hari pernikahannya. Namun Bridesmaids mampu tampil lebih unggul dalam menggali setiap elemen emosional yang terkandung dalam sisi drama maupun komedinya.
Dengan naskah yang ditulis oleh aktris Kristen Wiig bersama Annie Mumolo, Bridesmaids
berkisah mengenai persahabatan antara Annie Walker (Kristen Wiig) dan
Lillian (Maya Rudolph) yang telah terjalin cukup lama. Saat ini, Annie
telah berada di pertengahan umur 30-nya dan dengan kehidupan yang
sepertinya akan dipandang sebagai sebuah kehidupan yang sangat
menyedihkan bagi banyak orang: usaha toko kue yang ia kelola bangkrut,
putus dari pacarnya, kehilangan seluruh sisa tabungannya dan kini sedang
menjalin sebuah hubungan tanpa status bersama pria yang tidak mengerti
akan arti sebuah komitmen. Lillian merupakan satu-satunya sumber
kebahagiaan dalam kehidupan Annie… dan ketika Lillian memberitahukan
Annie bahwa dirinya telah bertunangan dan akan segera menikah, Annie
merasa kesialan dirinya semakin bertambah.
Lillian kemudian meminta Annie untuk
menjadi pendamping wanita utamanya. Dan untuk mendampingi Annie, Lillian
juga mengajak beberapa rekan dan saudaranya, Helen Harris III (Rose
Byrne), Megan (Melissa McCarthy), Rita (Wendi McLendon-Covey) dan Becca
(Ellie Kemper). Ternyata, mengumpulkan sejumlah wanita untuk menjadi
pendamping pengantin bukanlah sebuah hal yang mudah, khususnya ketika
dua diantara wanita tersebut saling bersaing untuk merebut perhatian
khusus dan gelar sahabat terbaik dari sang pengantin. Dan hal itulah
yang terjadi pada Lillian ketika Annie dan Helen mulai melakukan segala
cara untuk saling menjatuhkan satu sama lain agar diri mereka terlihat
lebih baik di mata Lillian.
Memadukan elemen drama persahabatan dengan unsur komedi kasar yang sering diajukan oleh film-film Judd Apatow, Bridesmaids
mampu tampil menarik akibat pengarahan Paul Feig yang begitu cekatan
untuk tidak menghadirkan setiap momen terasa berlebihan. Drama
persahabatan antara karakter Annie dan Lillian ditampilkan sangat erat
namun tidak pernah terlalu dramatis, yang kemudian justru membuat
hubungan persahabatan keduanya akan mampu lebih mudah untuk dicerna para
penonton. Begitu juga dengan unsur komedi film ini. Tidak seperti The Hangover maupun film-film komedi lain yang dipimpin oleh para jajaran departemen akting pria, Bridesmaids tidak pernah tampil terlalu eksplisit dalam menampilkan konten ceritanya.
Walaupun begitu, dengan durasi sepanjang
125 menit, beberapa penonton kemungkinan besar akan dapat merasakan
bahwa beberapa bagian dari cerita Bridesmaids dapat saja dihilangkan atau dipangkas durasinya. Hal ini terjadi karena beberapa bagian cerita dari Bridesmaids
terkesan kurang mampu untuk digali lebih mendalam lagi sehingga tampil
hanya sekedar tempelan belaka. Contohnya adalah kisah asmara yang
terbentuk antara karakter Annie dan Officer Nathan Rodhes (Chris O’Dowd)
yang seringkali tampil terlalu datar atau hubungan antara karakter
Annie dengan ibunya (Jill Clayburgh) yang juga sering tampil hanya bagai
kilasan cerita belaka. Bridesmaids tampil menyenangkan ketika
kelompok para pendamping wanita ditampilkan bersama, namun ketika
karakter Annie dikisahkan sedang menghadapi hidupnya sendiri, Bridesmaids seringkali berakhir kurang mampu tampil menggigit.
Pun begitu, Bridesmaids
mendapatkan dukungan yang begitu luar biasa dari kemampuan akting para
jajaran pengisi departemen akting film ini. Kristen Wiig dan Maya
Rudolph mampu menampilkan chemistry yang sangat erat ketika
mereka tampil berdua maupun ketika mereka hadir bersama jajaran pemeran
lainnya. Tidak hanya penampilan para jajaran pemeran wanita yang mampu
tampil cemerlang, para pemeran pendukung pria, yang hadir dengan porsi
cerita yang seadanya, juga tetap mampu tampil gemilang. Lihat saja
penampilan Chris O’Dowd dan Jon Hamm yang semakin menambah warna
keceriaan dalam nada cerita Bridesmaids.
Adalah cukup menyenangkan untuk
menyaksikan sebuah drama komedi yang dipimpin oleh barisan para pemeran
wanita yang mampu tampil ‘tanpa aturan’ seperti layaknya drama komedi
yang selalu ditampilkan oleh para pemeran pria. Hebatnya lagi, Bridesmaids
tetap mampu hadir cemerlang dalam menyajikan berbagai sentuhan wanita
dalam jalan ceritanya sehingga mampu tetap tampil rapuh serta menyentuh
di momen-momen yang memang membutuhkannya. Walaupun tidak selalu
berjalan mulus ataupun lucu, Bridesmaids jelas adalah salah satu film komedi terbaik yang mampu dihasilkan oleh Hollywood dalam beberapa tahun terakhir.
Bridesmaids (2011)
Directed by Paul Feig Produced by Judd Apatow, Barry Mendel, Clayton Townsend Written by Annie Mumolo, Kristen Wiig Starring
Kristen Wiig, Maya Rudolph, Rose Byrne, Melissa McCarthy, Wendi
McLendon-Covey, Ellie Kemper, Chris O’Dowd, Jill Clayburgh, Jon Hamm,
Rebel Wilson, Matt Lucas, Andy Buckley, Jessica St. Clair, Melanie
Hutsell, Michael Hitchcock, Tim Heidecker, Terry Crews, Kali Hawk, Ben
Falcone, Matt Bennett, Wilson Phillips, Chynna Phillips Music by Michael Andrews Cinematography Robert D. Yeoman Editing by William Kerr, Michael L. Sale Studio Universal Pictures/Relativity Media/Apatow Productions Running time 125 minutes Country United States Language English


No comments:
Post a Comment