MOVIE REVIEW SUKA-SUKA: “The Great Gatsby
Setelah tiga minggu nggak nonton bioskop, akhirnya beres juga niat marathon tiga film berturut-turut minggu lalu. Sebenernya mah bisa aja ya nonton di sana, cuma gue sengaja biar ditanya…
“Kok lo belom nonton, Tep?”
“Iya nih abis sibuk jalan-jalan di Eropa tiga minggu, nggak sempet gue nonton di sana.”
Asik banget nggak tuh jawabannya.
ASIK BANGET KALO MUKA GUE DIKEMPLANG
Nggak deng, emang beneran baru sempet aje. Akhirnya gue tonton deh “Fast & Furious 6”, “Star Trek”, sama “The Great Gatsby.” Kemaren juga baru kelar nonton “Now You See Me.”
Anyway, gue mau review The Great Gatsby duluan. Sebelumnya kayaknya gue harus sungkem dulu sama F. Scott Fitzgerald sebagai penulis novelnya, Baz Luhrman sebagai sutradara filmnya, dan para pecinta novel The Great Gatsby. Review ini dibuat atas keisengan semata sebagaimana di atas sudah ditulis: suka-suka.
So I heard from my friends that it’s a great movie and you would love the dresses and suits, the set, the party scenes, the music, the glitz and the glam and the beautiful main cast itself, Leonardo DiCaprio.
What I did not hear was the whole idea of the movie. Karena gue nggak baca bukunya, gue nggak tahu kalau inti permasalahan dari film ini tetep aja sama: PERCINTAAN.
Twilight kabeh, mami.
And by Twilight I meant it. Ceweknya diperebutkan dua cowok gitu dan ceweknya sama-sama yang cakepnya biasa aja terus plin-plan mau pilih yang mana terus lemah-lemah nggak guna gitu.
Ini gue ngomongin Carey Mulligan mukanya biasa aja macem muke gue kayak Tamara Blezynski 
Tapi bener, kalau aja pemeran ceweknya tuh Natalie Portman misalnya, gue ngerti kenapa Leonardo DiCaprio sampe dangdut banget nungguin dia bertahun-tahun. Kalau si Carey Mulligan bentukannya agak kayak anak SMA menurut gue, kurang cocok. *SIRIK AJA NGANA, TEP*
Oke gue perkenalkan dulu karakter-karakter utamanya:
Isla Fisher as Myrtle Wilson, selingkuhannya Tom Buchanan (Joel Edgerton). Selain menjadi selingkuhan Myrtle juga gemar melakukan breakthrough lainnya yaitu satu-satunya ibu-ibu yang masih demen makai miniset.
Aslik, dia yang mbusung, gue yang sesek liatnya. Ibu napasnya nggak susah, Bu? 
Joel Edgerton as Tom Buchanan. Tajir mampus, rumahnya gede abis, dan tukang selingkuh.
Carey Mulligan as Daisy Buchanan. Imut-imut, matre, lemah, nggak guna, nggak cakep-cakep amat, plin-plan, dan gue capek denger cara dia ngomong. Lo ngereview apa sentimen, Tep? 
Kang Mas Leonardo DiCaprio sebagai Jay Gatsby. Ganteng, tajir abis, baik hati, tapi ternyata dangdut 
Tobey Maguire as Nick Carraway, sepupunya Daisy. Dia ini perannya sebagai moderator dan pembantu umumlah kalau di film.
Kasian bener gue kerjaannya cuma disuruh-suruh sama Gatbsy, Tom, sama Daisy doang. Kagak penting abis 
Elizabeth Debicki sebagai BANGAU Jordan Baker, saudaranya Daisy Buchanan. Badannya tinggi dan tungkainya panjang-panjang kayak bangau. Kadang cantik, kadang kayak laki. Si Elizabeth ini adalah aktris Aussie yang umurnya baru 22, terus Gatsby ini ternyata film keduanya. Aje gile tadinya bukan siapa-siapa tahu-tahu main sama aktor-aktor dunia, hebat sekali! Di sini dia jadi pemeran pembantu tapi masih lumayan penting ketimbang si Tobey Maguire sang pembantu umum
*puk puk*
Amitabh Bachchan as Meyer Wolfshiem. Dia ini salah satu businessman kelas berat di New York tahun 1920an itu yang belakangan ternyata ketahuan adalah bosnya si Gatsby.
Okay, masuk ke jalan cerita.
Alkisah si Nick Carraway adalah seorang karyawan biasa-biasa aja yang tinggal di sebuah rumah di Long Island. Si Nick ini tetanggaan sama Jay Gatsby yang punya rumah guede banget di sebelah si Nick. Tentang bagaimana ada istana dan rumah kecil bisa dibangun berdampingan, mari kita biarkan itu menjadi misteri.
Si Nick ini bingung karena tetangganya ini misterius tapi suka ngintip-ngintip. Kadang si Gatsby ini nongkrong di pinggir jendela, kadang juga berdiri di dermaga depan rumahnya terus menatap kejauhan sambil menggapai-gapai cahaya hijau di seberangnya.
APA COBA.
Balik ke Nick sebentar, si Nick ini punya sepupu yang tinggalnya di seberang rumahnya. And by seberang I mean dia harus naik perahu dulu karena rumah mereka dipisahkan sama laut. Sepupunya ini bernama Daisy Buchanan, istri dari Tom Buchanan yang kalo nggak salah kayaknya mantan atlet yang kaya raya. Akik lupa-lupa inget dia atlet apaan. Yang pasti rumah mereka gede abis dan kerjaan si Daisy ini kalo gue liat-liat cuma pakai baju bagus terus baring-baring di sofa. Useless dah pokoknya.
Nah pas si Nick ini main ke rumahnya Daisy, dia juga dikenalin ke Jordan Baker, entah temen atau sodaranya si Daisy, gue lupa. Jordan ini pemain golf profesional yang doyan party.
Anywaaay... ketika Nick balik ke rumahnya, dia menemukan ada undangan dari tetangganya, mas Gatsby. Undangannya adalah undangan untuk party di rumahnya. Nick was excited dan siap-siaplah dia ke sana. Sampe di sana ternyata istananya udah rame sama para party goers. Kalo diibaratkan mah istananya Gatsby ini macem X2 atau Dragonfly jaman dululah. Everybody was in for the party, dan hampir semuanya datang tanpa diundang alias “ngepar” *tua*Di scene party inilah mata lo akan dimanjakan dengan semua kekerenan baju, dekorasi, the bling, the dresses, etc. Soundtracknya juga enak-enak walopun gue bingung kenapa tahun 20an udah ada suara Jay Z ngerap 
Lucunya, orang-orang yang datang tak diundang dan udah denger nama Gatsby ini malah belum pernah ketemu Gatsby sama sekali. Jadi semua punya spekulasi masing-masing tentang siapa dan bagaimana aslinya si Gatsby ini. Nah, di malem ini Gatsby sengaja memunculkan dirinya di hadapan Nick Carraway. Langsung semangat dong gue, kali ada tujuan yang penting dari pertemuan ini sampe si Gatsby tahu-tahu muncul. Udah gitu nih Gatsby biar sok misterius ternyata mementingkan momentum juga, ya. Tepat pas kembang api dimainkan, mukanya muncul segede-gede gaban.
Abis itu terjadi adegan tatap-tatapan semi bromance antara dia dan Nick Carraway yang semi terpana. Sementara gue mikir: “Ini kok kayak ada yang salah ya.” *brb nonton Brokeback* 
“Haeee, Nick~~~”
Kalau mau lebih berasa awkward lagi, baca aja narasi Nick di novel aslinya ketika dia ketemu Gatsby pertama kali:
He smiled understandingly — much more than understandingly. It was one of those rare smiles with a quality of eternal reassurance in it, that you might come across four or five times in your life. It faced — or seemed to face — the whole external world for an instant, and then concentrated on you with an irresistible prejudice in your favor. It understood you just as far as you wanted to be understood, believed in you as you would like to believe in yourself, and assured you that it had precisely the impression of you that, at your best, you hoped to convey.
YA, KAN?![]()
![]()
Oke, lanjut. Setelah Nick dan Gatsby ketemuan, Gatsby ngajak Nick untuk makan siang sama dia dan ngeteh sama Jordan. Di sinilah si Gatsby mulai show off kalau dia veteran perang, lulusan Oxford, dan tastenya tinggi. Usaha banget dah keliatan keren, terus nyetirnya ugal-ugalan. Di tempat makan siang rahasia itu si Gatsby ngenalin Nick ke Meyer, partner bisnisnya yang tajir berat.
Perhatikanlah dari awal sampe akhir film si Gatsby sering banget ngomong kata-kata panggilan “Old Sport,” ampe tua beneran gue dengernya saking keseringan disebut kayak kaset rusak -__-
Lalu jadilah mereka makan siang dan ngeteh sama Jordan. Si Gatsby ternyata punya satu permintaan penting yang nggak boleh siapapun tahu. Dan dia mulai berbagi rahasianya supaya Nick ngerti kenapa si Gatsby ngejadiin Nick pembantu umum minta tolong Nick.
JADIII…
Si Daisy sepupu Nick tuh ternyata cinta lamanya si Gatsby. Dan Gatsby pengeeen banget ketemu dia lagi. Dulu mereka pernah pacaran, terus si Gatsby harus lanjut kembali ke medan perang. Selama pacaran itu mereka surat-suratan, tahu-tahu si Gatsby lama nggak ada kabar. Si Daisy udah hampir dinikahin dan gundah gulana ke mana perginya si Gatsby sampai di hari pernikahannya ada surat dateng dari Gatsby yang isinya: “Tungguin gue sukses (supaya bisa bikin lo happy).” Ini bukan kata-kata persis ya, cuma kira-kira intinya gitu.
Tapi si Daisy tetep kawin sama si Tom (ih gue jadi Daisy mah kabur!) yang kaya raya.
Sekian tahun lewat, si Gatsby yang udah kaya raya dan patah hati ini berusaha nyari si Daisy. Itu kenapa dia sering banget ngadain party dan semua orang bebas dateng ke sana, dengan harapan Daisy bakal dateng. Itu kenapa si Gatsby beli rumah di seberang teluknya rumah si Daisy, supaya lebih deket sama dia. INI CINTA APA OBSESSED?! 
Itu kenapa juga istananya sebelahan sama si Nick yang notabene sepupunya Daisy. Pokoknya semua kekayaan yang diraih si Gatsby sekarang, itu dia perjuangkan demi Daisy, supaya dia nggak malu-maluin buat Daisy.
Ini kok kayaknya kedengarannya sweet banget (if not creepy) ya ada laki yang saking cintanya sampe segitunya demi satu perempuan. Sebenernya kagak tahu juga ini sweet apa goblok, macem kurang aja perempuan di dunia ini. Udah ditinggal kawin sama yang lebih kaya gitu, loh.
Nah udah deh, sampe sini Gatsby yang sweet berubah jadi dangdut.
Aslik sampe gue pengen muterin lagunya Meggy Z di dalem bioskop saking nih laki drama kumbaranya mulai berlebihan 
Jadilah si Gatsby minta si Nick mengatur janji minum teh di rumah si Nick, tapi Gatsby bilang jangan bilang-bilang si Daisy kalau ini dia. Rumah si Nick dibersihin abis terus dipenuhin bunga. Bunganya kebanyakan sampe kayak hutan belantara di ruang tamu 
Si Gatsby sampe di rumah Nick lebih cepet terus mulai resah gelisah nggak puguh. Resahnya lebay banget sampe sweetnya hilang berganti ilfil.
Yakali Daisynya belum sampe diana udah mondar-mandir, duduk senewen sampe nggak terlihat terlalu maskulin lagi (baca: kok jadi ngondek?!), terus udah enak-enak di dalem rumah kering, dia saking gugupnya sampe keluar rumah ujan-ujanan terus masuk lagi.
SAKIRA JIWANDONO a.k.a SAKIT JIWA
“Don’t mess with a nervous binancini” *snap fingers*

“Bang, kalo kuyup gitu bajunya dibuka aja, bang”

Hokeh, akhirnya bertemulah Daisy dan Gatsby. Setelah awkward moments beberapa saat terus diem-dieman, akhirnya mereka ngobrol lamaaa banget tapi yang sambil bisik-bisik gitu. Abis dari situ mereka jadi lebih sering ketemu dan main di rumah Gatsby yang kayak Istana Negara itu. Teruslah mereka pacaran, si Gatsby mulai pamer-pamer koleksi bajunya, tirai rumahnya, endebrei endefrei endeskrei. Yang gue heran, udah pacaran gini teteeep aje si Nick ada di antara mereka. Kalau tiba-tiba ada masalah pasti si Nick yang ketibanan susah duluan.
NASIBMU, NAK 
Ini rumah apa Kebun Raya Bogor? 
Ya ampun gue ditatap doang ama Leonardo DiCaprio kayak gitu langsung hamil kali 
Lama-lama pasangan Gatsby dan Daisy yang CLBK ini mulai gila nekatnya. Si Gatsby malah ngundang Daisy dan suaminya ke pestanya, cari penyakit. Dan gue nggak tahu kenapa si Gatsby ini emang konsisten dengan kesakira jiwandonoannya karena dia kekeuh banget pengen si Daisy mengakui hubungan mereka berdua dan bilang ke si Tom kalau Daisy nggak pernah cinta sama Tom dan akan kembali sama Gatsby. Pokoknya nggak bisa move on banget dah si abang.
Jadi isi filmnya ya adegan cinta-cintaan sama si Gatsby yang kekeuh sumekeuh supaya masa lalu indahnya sama Daisy kembali. Yaelah mas, belum ketemu akik aje. *disundut*

Selain cinta-cintaan, adegan yang seriiing banget terjadi adalah Gatsby dipanggil untuk ngangkat telepon. Sering banget dah beneran, udah kayak operator pager, ampe gengges jadinya. Setelah pesta itu diadakan dan niat si Gatsby tak terlaksana karena Daisynya nggak mau ngomong, akhirnya acaranya diubah jadi makan siang bersama di rumah Tom, terus si Gatsby udah nekat nyerempet-nyerempet mau ngasih tahu terus si Daisynya kelu *TSAHHH*
TERUS RAHASIA MEREKA NGGAK JADI DIBONGKAR LAGI!
Malah si Daisy nyaranin mereka semua untuk minum-minum di hotel. Halah.
Udah deh tuh mereka pindah ke hotel, minum, dan kemudian ngobrol yang jadi berantem karena Gatsby nekat mengakui hubungan dia sama Daisy. Si Tom nggak terima walopun ngakuin dia juga suka selingkuh. Si Gatsby nyuruh Daisybilang ke si Tom kalau dia nggak pernah cinta sama si Tom tapi Daisynya nggak mau karena dia juga cinta si Tom.
TUH KAN PLIN-PLAN.
Jadi isi tuh adegan cuma mereka bertiga berantem dengan Tom yang kekeuh mempertahankan istri, Gatsby yang kekeuh mempertahankan yang mana, dan Daisy yang nggak tahu mau pilih yang mana.
Bitch please, belajarlah dari bupati-bupati di Indonesia.
Kasian banget dah si Nick sama Jordan udahlah jadi pemeran pembantu ketiban jadi pembantu beneran di adegan ini, kagak ada hubungan apa-apa sama kasusnya tapi terpaksa harus duduk di situ.
Udah deh abis itu si Gatsby bawa Daisy kabur pake mobil Tom, di tengah jalan si Myrtle yang ketahuan selingkuh sama suaminya kesenengan liat mobil Tom lewat, sampe dia ngawe-ngawe tuh mobil kagak mau berhenti terus nabrak dia sehingga Myrtle mati.
Abis itu mobil Tom yang ternyata dikendarai Daisy nggak berhenti tapi terus jalan. (EMANG NYUSAHIN DOANG DEH KERJANYA NIH PEREMPUAN!)
Terus si Tom, Jordan, dan Nick ngejar mereka pake mobil Gatsby. Di tengah jalan di rumah Myrtle ada banyak polisi dan warga yang berkerumun karena Myrtle baru aja mati, terus si Tom ngejebak Gatsby dan bilang kalau yang nabrak Myrtle adalah Gatsby. Dendamlah si suami Myrtle.
Di tempat lain, setelah Daisy dianterin pulang, Gatsby kemudian menggalau dan ngomong sama Nick kalau dia yakin besok si Daisy bakal nelpon dia dan janjian buat kabur bareng ke Louisville. Dan kembali lagi si Nick disuruh nemenin Gatsby nunggu tuh telpon. *puk puk Nick*
Seharian dicurhatin aja dah tuh si Nick sama si Gatsby yang kekeuh banget kalau masa lalu tuh bisa diraih/ditulis kembali. Buat yang udah nonton pasti udah tahu kalau ternyata Gatsby itu bukan anak orang kaya seperti yang dia umbar-umbar. Gatsby dateng dari keluarga yang miskiiin banget, saking miskinnya dia sampe kabur merantau dan nggak mau mengakui orang tuanya. Suatu hari dia nolong seorang kaya yang hampir tenggelam dari yachtnya yang karam. Kalo nggak salah namanya Dan Cody. Dari Dan Cody inilah kemudian si Gatsby belajar banyak hal mulai dari gaya bicara, kata “Old Sport,” sampe pembawaan diri dan penampilan. He really looked up to this guy dan agak ngarep kebagian warisannya. Taunya kagak. Lalu dengan perasaan kecewa, si Gatsby kemudian jadi tentara dan dikirim perang. Nah para tentara ini emang sempet dimasukin ke Oxford, tapi si Gatsby ini cuma lima bulan alias kagak jadi lulusan sana. Terus pulang perang karena ditinggal pun sama cinta matinya dan nggak punya apa-apa, akhirnya dia kerja deh sama si Indihe, Bapak Meyer Wolfshiem. Kerjaannya (kalo gue nggak salah inget) itu nyuplai drugs sama alkohol tapi lewat jaringan apotek besar (maafkan kalo gue salah ya, lupa-lupa inget gue). Dari situ akhirnya dia kaya raya.
Nah kalau liat masa lalunya sebenernya kasian juga ya, kayak nggak bisa berdamai sama masa lalu gitu nih orang, dan mikir harta bisa menyelesaikan segala cara termasuk mendapatkan cinta lama yang udah jadi istri orang.
Sungguhlah dangdut sekali sebenernya.
*setel lagu Meggy Z lagi*
Besokannya, semalam setelah Daisy dipulangin, si Gatsby seharian nungguin telpon Daisy, sampe berenang aja telponnya kudu ditaro di pinggir kolam. Nggak disangka ternyata suami Myrtle diem-diem masuk rumah Gatsby sambil bawa pistol pas Gatsby lagi berenang. Pas Gatsby mau keluar kolam dan angkat telepon, DHUAAAR. Gatsbynya ditembak mati suami Myrtle, dan suami Myrtle kemudian bunuh diri.
Di seberang rumah Gatsby, Tom dan Daisy malah siap-siap kabur dari rumah dan pindah kota bareng anaknya. Ketika Gatsby disemayamkan di rumahnya, nggak seperti party-partynya, nggak ada satu orang pun yang dateng untuk nunjukin rasa belasungkawa. Kesian banget dah, kayak tragedi gitu ya idupnya, padahal kan Gatsby baik.
Dan kalian tahu kan ini semua gara-gara siapa?
GARA-GARA MBAK-MBAK NGGAK GUNA INI! *dendam*
Jadi apa inti dari cerita ini?
Bahwa sekeren apapun novelnya, bajunya, pestanya, bahkan dengan aktor dan aktris Hollywoodnya, cerita dangdut tetaplah dangdut.
’cause when you see Amitabh Bachchan in a movie…
BOLLYWOOD HAPPENS.
Sampai jumpa di review-review selanjutnya. Peace out.

























No comments:
Post a Comment