Shrek the 3rd
Ketika Shrek menikah dengan Fiona, tak pernah
terbesit di benaknya suatu hari nanti ia harus memerintah kerajaan Far
Far Away. Namun ketika ayah Fiona, Raja Harold, sakit keras dan mangkat,
Shrek pun menjadi ahli waris tahta berikutnya. Ogre jadi raja?
Mungkinkah?
The Story
Menjadi raja bukan perkara sepele – terutama jika
kamu adalah ogre. Ketika Shrek menikah dengan Fiona, tak pernah terbesit
di benaknya suatu hari nanti ia harus memerintah kerajaan Far Far Away.
Namun ketika ayah Fiona, Raja Harold, sakit keras dan mangkat, Shrek
pun menjadi ahli waris tahta berikutnya. Tata cara manusia saja sudah
susah buatnya, apalagi ditambah protokol kerajaan, benar-benar membuat
Shrek pusing.
Masalah demi masalah bisa dihadapi oleh Shrek dengan
dukungan Fiona hingga saat ini. Namun ketika harus menjadi raja, Shrek
benar-benar tidak tau harus berbuat apa. Ditambah lagi ternyata Fiona
menyimpan sebuah rahasia yang ditakutkan oleh pengantin baru. Harapan
masih ada, sepupu Fiona masih ada dan secara langsung juga menjadi garis
pewaris tahta. Shrek yang benar-benar tidak mau menjadi raja akhirnya
pergi mencari ahli waris tersebut, Arthur Pendragon / Artie.
Arthur yang masih bersekolah di asrama ternyata tak
seperti harapan Shrek. Shrek mengharapkan seseorang yang tangguh dan
berkelas untuk meneruskan tahta raja Harold. Yang ditemuinya ternyata
seorang bocah cupu yang sering dibuli. Shrek harus setengah mati
membawanya kembali ke Far Far Away, karena meyakinkan Artie untuk
sukarela menduduki tahta ternyata jauh lebih sulit daripada
perjalanannya sendiri.
Ketika Shrek meninggalkan kerajaan dalam
perjalanannya, Far Far Away tidak berarti masih aman-aman saja. Charming
yang benar-benar hancur di prekuel film ini kembali untuk membalas
dendam dan memimpin sebuah kudeta. Dia berhasil memenjarakan Fiona, sang
ratu, dan beberapa putri lainnya. Namun tembok benteng ternyata tak
sanggup mengurung ketangguhan di darah keluarga kerajaan. Bersama-sama
mereka membobol penjara dan melakukan aksi pembalasan.
Dan Shrek yang masih harus meyakinkan Artie untuk
naik tahta juga harus meredam kudeta Charming. Masih dibantu si keledai
dan kucing sahabatnya, Donkey & Puss, Shrek pun pulang ke Far Far
Away.
The Cinematography
Dreamworks bukan hanya sukses menciptakan karakter
dan dunia dongeng yang hidup, namun juga lingkungan dan cerita yang
menarik. Seluruh grafik animasi di Shrek mulai dari yang pertama sampai
yang ketiga mungkin tak banyak perubahan berarti, namun masih cukup
untuk menyalurkan ide cerita dan humor-humor. Animasi yang dilakukan
oleh karakter-karakter di film ini pun cukup menggambarkan tingkah laku
manusia dan binatang magis ala komik.
The Music
Musik di film ini sungguh menarik. Menarik disini
bukan saja mudah dikenali, tapi juga sudah diaransemen ulang agar sesuai
dengan nuansa “medieval”. Saya sempat tertawa terbahak-bahak ketika
para kodok menyanyikan “Live and Let Die” ketika raja Harold dimakamkan,
padahal adegan pemakaman seharusnya kan sedih. Lalu ketika Shrek mulai
akan berbicara dengan Artie, terlantun pula lagu “That’s What Friends
Are For”. Lagu-lagu pengiring yang lain pun cukup dapat membawa suasana
kocak.
The Plot
Sayang sekali, di film ketiga ini cerita terasa
sangat datar dan kurang epik. Saya benar-benar tidak bisa merasakan
kehebohan setingkat film layar lebar di sekuel ketiga Shrek ini. Donkey
dan Puss yang pada 2 sekuel sebelumnya banyak mendapat peran dan bahkan
menjadi tokoh kunci, kali ini lebih pantas disebut sebagai figuran
daripada sidekick. Secara umum, saya tidak menyalahkan jika kamu banyak
mengharapkan perkembangan cerita di film ini, namun yang bisa dilihat
hanyalah apa yang terjadi sesudah episode lalu, dan bukan cerita yang
lebih seru daripada seri 1 dan 2.
Overall
Adegan lucu memang dapat ditemui disini, namun kamu
harus punya pengetahuan mengenai kisah-kisah klasik seperti Cinderella,
Rapunzel, Sleeping Beauty, Snow White, Peter Pan, Ginger Cookie, bahkan
hingga Arthur and the Knights of the Round Table, karena kelucuannya
banyak terletak pada plesetan dari kisah aslinya. Dan jangan lupa
dampingi anak-anak, karena banyak humor fisik kasar disini.
| Directed by | : | Chris Miller |
| Story by | : | Andrew Adamson |
| Screenplay by | : | Jeffrey Price & Peter S. Seaman |
| Chris Miller & Aron Warner | ||
| Produced by | : | Aron Warner |
| Co-directed by | : | Raman Hui. |
| Executive producers | : | Andrew Adamson |
| John H. Williams. | ||
| Shrek | : | Mike Myers |
| Donkey | : | Eddie Murphy |
| Princess Fiona | : | Cameron Diaz |
| Puss in Boots | : | Antonio Banderas |
| Prince Charming | : | Rupert Everett |
| Arthur Pendragon | : | Justin Timberlake |
| Queen | : | Julie Andrews |
| King | : | John Cleese |
| Merlin | : | Eric Idle |
| Sleeping Beauty | : | Cheri Oteri |
| Snow White | : | Amy Poehler |
| Rapunzel | : | Maya Rudolph |
| Cinderella | : | Amy Sedaris |
| Lancelot | : | John Krasinski |
| Captain Hook | : | Ian McShane. |
No comments:
Post a Comment