Thursday, October 17, 2019

Shrek The third

Shrek the 3rd


Ketika Shrek menikah dengan Fiona, tak pernah terbesit di benaknya suatu hari nanti ia harus memerintah kerajaan Far Far Away. Namun ketika ayah Fiona, Raja Harold, sakit keras dan mangkat, Shrek pun menjadi ahli waris tahta berikutnya. Ogre jadi raja? Mungkinkah?

The Story

Menjadi raja bukan perkara sepele – terutama jika kamu adalah ogre. Ketika Shrek menikah dengan Fiona, tak pernah terbesit di benaknya suatu hari nanti ia harus memerintah kerajaan Far Far Away. Namun ketika ayah Fiona, Raja Harold, sakit keras dan mangkat, Shrek pun menjadi ahli waris tahta berikutnya. Tata cara manusia saja sudah susah buatnya, apalagi ditambah protokol kerajaan, benar-benar membuat Shrek pusing.
Masalah demi masalah bisa dihadapi oleh Shrek dengan dukungan Fiona hingga saat ini. Namun ketika harus menjadi raja, Shrek benar-benar tidak tau harus berbuat apa. Ditambah lagi ternyata Fiona menyimpan sebuah rahasia yang ditakutkan oleh pengantin baru. Harapan masih ada, sepupu Fiona masih ada dan secara langsung juga menjadi garis pewaris tahta. Shrek yang benar-benar tidak mau menjadi raja akhirnya pergi mencari ahli waris tersebut, Arthur Pendragon / Artie.
Arthur yang masih bersekolah di asrama ternyata tak seperti harapan Shrek. Shrek mengharapkan seseorang yang tangguh dan berkelas untuk meneruskan tahta raja Harold. Yang ditemuinya ternyata seorang bocah cupu yang sering dibuli. Shrek harus setengah mati membawanya kembali ke Far Far Away, karena meyakinkan Artie untuk sukarela menduduki tahta ternyata jauh lebih sulit daripada perjalanannya sendiri.
Ketika Shrek meninggalkan kerajaan dalam perjalanannya, Far Far Away tidak berarti masih aman-aman saja. Charming yang benar-benar hancur di prekuel film ini kembali untuk membalas dendam dan memimpin sebuah kudeta. Dia berhasil memenjarakan Fiona, sang ratu, dan beberapa putri lainnya. Namun tembok benteng ternyata tak sanggup mengurung ketangguhan di darah keluarga kerajaan. Bersama-sama mereka membobol penjara dan melakukan aksi pembalasan.
Dan Shrek yang masih harus meyakinkan Artie untuk naik tahta juga harus meredam kudeta Charming. Masih dibantu si keledai dan kucing sahabatnya, Donkey & Puss, Shrek pun pulang ke Far Far Away.

The Cinematography

Dreamworks bukan hanya sukses menciptakan karakter dan dunia dongeng yang hidup, namun juga lingkungan dan cerita yang menarik. Seluruh grafik animasi di Shrek mulai dari yang pertama sampai yang ketiga mungkin tak banyak perubahan berarti, namun masih cukup untuk menyalurkan ide cerita dan humor-humor. Animasi yang dilakukan oleh karakter-karakter di film ini pun cukup menggambarkan tingkah laku manusia dan binatang magis ala komik.

The Music

Musik di film ini sungguh menarik. Menarik disini bukan saja mudah dikenali, tapi juga sudah diaransemen ulang agar sesuai dengan nuansa “medieval”. Saya sempat tertawa terbahak-bahak ketika para kodok menyanyikan “Live and Let Die” ketika raja Harold dimakamkan, padahal adegan pemakaman seharusnya kan sedih. Lalu ketika Shrek mulai akan berbicara dengan Artie, terlantun pula lagu “That’s What Friends Are For”. Lagu-lagu pengiring yang lain pun cukup dapat membawa suasana kocak.

The Plot

Sayang sekali, di film ketiga ini cerita terasa sangat datar dan kurang epik. Saya benar-benar tidak bisa merasakan kehebohan setingkat film layar lebar di sekuel ketiga Shrek ini. Donkey dan Puss yang pada 2 sekuel sebelumnya banyak mendapat peran dan bahkan menjadi tokoh kunci, kali ini lebih pantas disebut sebagai figuran daripada sidekick. Secara umum, saya tidak menyalahkan jika kamu banyak mengharapkan perkembangan cerita di film ini, namun yang bisa dilihat hanyalah apa yang terjadi sesudah episode lalu, dan bukan cerita yang lebih seru daripada seri 1 dan 2.

Overall

Adegan lucu memang dapat ditemui disini, namun kamu harus punya pengetahuan mengenai kisah-kisah klasik seperti Cinderella, Rapunzel, Sleeping Beauty, Snow White, Peter Pan, Ginger Cookie, bahkan hingga Arthur and the Knights of the Round Table, karena kelucuannya banyak terletak pada plesetan dari kisah aslinya. Dan jangan lupa dampingi anak-anak, karena banyak humor fisik kasar disini.
Directed by : Chris Miller
Story by : Andrew Adamson
Screenplay by : Jeffrey Price & Peter S. Seaman
Chris Miller & Aron Warner
Produced by : Aron Warner
Co-directed by : Raman Hui.
Executive producers : Andrew Adamson
John H. Williams.
Shrek : Mike Myers
Donkey : Eddie Murphy
Princess Fiona : Cameron Diaz
Puss in Boots : Antonio Banderas
Prince Charming : Rupert Everett
Arthur Pendragon : Justin Timberlake
Queen : Julie Andrews
King : John Cleese
Merlin : Eric Idle
Sleeping Beauty : Cheri Oteri
Snow White : Amy Poehler
Rapunzel : Maya Rudolph
Cinderella : Amy Sedaris
Lancelot : John Krasinski
Captain Hook : Ian McShane.

No comments:

Post a Comment