[Review US-Movie] Monsters, Inc (2001): Paradox Dunia Alternatif
Setelah marathon menonton film-filmnya Pixar, ternyata saya baru
menyadari bahwa untuk membuat film yang menyamai kualitas Toy Story
membutuhkan 6 tahun dan film ke 4, dan film itu adalah Monster, Inc.
Monster, Inc akan mengingatkan kita kenapa Pixar bisa membuat film
seperti Toy Story. Ide yang revolusioner, imajinatif, world building, dan emosi yang ada di dalamnya.

Monster, Inc bercerita mengenai dunia
alternative dimana ada dunia diluar sana yang penghuninya adalah para
monster yang ingin mengganggu para anak kecil dimana teriakan anak kecil
itu adalah sumber energy mereka. Wow premis yang cukup seram sepertinya
untuk ukuran anak-anak. Tapi seram itu hanya untuk yang tidak begitu
kenal, seperti kata pepatah, tak kenal maka tak sayang. Begitu pula
dalam film ini. Para monster ini, khususnya 2 tokoh utama kita, Mike dan
Sulley sepintas memang seram, tapi kalau kalian kenal lebih dekat,
mereka berdua sebenarnya malah takut dengan anak manusia dan punya sisi
baiknya. Kenapa saya punya kesimpulan seperti itu? Bersyukurlah Boo, si
bocah lucu ini tersesat di dunia monster sehinigga melalui Boo saya bisa
semakin kenal dengan dunia monster ini.
Lalu apa yang revolusioner dari Monster, Inc. Film-film era 40-90an
termasuk animasinya adalah film-film yang penuh agenda membentuk
berbagai stereotype yang kemudian membentuk konsep mapan. Pixar yang
kemudian lahir di akhir era 90-an punya ide untuk mendobrak segala hal
itu. Dan hal itu salah satunya mengenai monster, monster yang selama ini
dianggap jahat dan menyeramkan di dobrak oleh Pixar dalam film ini.
Uniknya Pixar tidak serta merta membuat karakter monster yang baik hati
layaknya Casper. Monster, Inc tetap memeberi alasan kenapa monster
dianggap sebagai sesuatu yang jahat dan menyeramkan, tapi kemudian saya
sebagai penonton dituntun untuk mengenal mereka lebih dalam dan melihat
sisi lain dari para monster ini. Kemudian ada Mike dan Sulley, melalui
kedua karakter ini Monster, Inc juga mendobrak bahwasannya karakter
dengan fisik yang besar tidak dibuat dominan, seram, atau bahkan bodoh,
karakter yang biasanya punya template disini malah tampak netral dan
punya karakter tersendiri, begitu pula Mike, tidak ada pertukaran peran,
tidak ada sifat bertolak belakang, semuanya tampak normal hanya 2
karakter biasanya yang punya karakter tersendiri.Lalu ada Boo yang
semakin memperkuat posisi anak kecil yang bukan tokoh utama di film
anak-anak, tapi tetap sudut pandang orang dewasa, dan disana ada
kekhawatiran orang tua melalui Sulley yang akan relate dengan orang tua dalam pusingnya menjaga anak bandel hyperactive
namun sekaligus sayang. Hal ini mengingatkan akan bagaimana Woody dan
para mainan punya sudut pandang tersendiri terhadap Andy, atau ayah Nemo
terhadap Nemo. Dan tentu saja, world buildingnya berhasil
membuat saya terpukau. Mulai dari segala bentuk monster, soal pintu,
soal energy teriakan, semua hal itu membuat saya kenal dengan dunia ini
dengan segala logikanya.
Film ini juga secara komedi berhasil membuat saya sering tertawa,
utamanya karena tingkah menggemaskan Boo dan bagaimana usaha Sulley dan
Mike dalam menenangkan Boo. Film ini juga punya momen yang menghangatkan
dan mengharukan. Salah satu scene tersedih yang paling berkesan, bukan
Cuma di film ini, bahkan untuk film Pixar, yaitu saat perpisahan Sulley
dengan Boo, saya dibuat mewek membayangkan Boo kehilangan temannya dan
tidak bisa bertemu dengan Sulley lagi, setelah apa yang mereka lalui
karena proses kekaraban mereka secara chemsistry sangat luar biasa.
Soal pesan, saya ingin membahas soal cocoklogi teori konspirasi (bayangkan ada backsound
X-Files). Ada banyak teori konspirasi apalagi film ini sangat mudah
kena sasaran dengan karakter Sulley yang bertanduk dan Mike yang bermata
satu. Di satu sisi mungkin subliminal message nya mema ng saya
tidak menyangkal dimana merka membuat makhluk-makhluk yang secara
mitologi erat kaitannya dengan setan dan berbagai makhluk sejenisnya
berusahan dibuat se loveable mungkin. Kemudian bagaimana ada
agenda pengaburan hitam dan putih, baik dan jahat, dan semacamnyak.
Untuk aspek pengaburan hitam dan putih itu, entah kenapa saya tidak
pernah merasa itu hal yang buruk dimana ini untuk konteks pendobrakan
stereotype yang keliru (inget ada konteksnya loh). Saya memang tidak
menyangkal soal subliminal message itu, tapi saya juga tipe
orang yang melihat sesuatu dari berbagai sisi. Nah di sisi lain film ini
punya pesan positif mengenai bagaimana kita tidak menjustifikasi
sesuatu apalagi karena kita tidak tahu apapun soal itu dimana hal
seperti itu mendorong kita untuk menilai sesuatu tanpa alasan. Uniknya
pesan itu tidak diterapkan oleh Boo memandang para monster, karena
nyatanya Randall tetaplah menakutkan. Eksekusinya diterapkan pada Sulley
dan Mike dalam memandang Boo sebagai makhluk yang menyeramkan, tapi
nyatanya setelah menghabiskan waktu bersama mereka melihat sisi lain
yang menyenangkan. Film ini menerapkan paradox yang serba keterbalikan
dimana hal ini menyenangkan bagi saya dan mungkin beberapa orang dewasa.
Bagi anak kecil tentunya tidak akan berpikir serumit itu, saya agak
ragu pesan ini tersampaikanpada anak kecil, untuk para anak kecil dunia
paradox belum menjadi sesuatu yang relate karena belum tau
nilai apa yang mapan di lingkungannya, kesan yang didapat mungkin adalah
mereka menjadi punya kesan yang menyenangkan terhadap makhluk-makhluk
seperti Sulley dan Mike.Semoga saya salah dan anak kecil tidak sepolos
itu, tapi tentu anak kecil ini nantinya akan dewasa dan punya bekal
pengatahuan sendiri untuk mencernanya kemudian, inti pesannya tetap
positif saya rasa, meski dengan subliminal message sekalipun.
Terlepas dari subliminal message, film ini sendiri secara
teknisnya memang sangat baik dan menghibur, juga menyentuh, dan sangat
berkesan. Komedinya sukses, karakternya loveable, eksekusi plot yang sempurna, dan world building
yang memberi kesan. Monster, Inc secara kritik merupakan karya terbaik
dari Pixar, khususnya setelah Toy Story yang menyamai levelnya.
No comments:
Post a Comment