REVIEW + 3D REVIEW - Despicable Me 2
Illumination Entertainment kembali mengeluarkan film animasi yang pernah melambung tinggi. Despicable Me 2.
Sekuel dari Despicable Me ini pun sudah dinanti-nantikan banyak orang.
Karena memang tak disangka-sangka film ini pun bisa mencuri perhatian
semua orang dan kritikus karena cerita film yang unik dan lucu. Film
keduanya pun Universal Pictures dan Illumination Entertainment tetap
menggunakan kembali jasa Chris Renaudd dan Pierre Coffin untuk memandunya

Setelah menjadi sosok seorang ayah dan tak kembali menjadi penjahat. Gru (Steve Carrell) pun sangat bahagia dengan keluarga kecilnya. Gru pun berusaha menjadi sosok ayah yang selalu melindungi ketiga anaknya, Agnes (Elsie Fisher), Margo (Miranda Cosgrove), dan Edith (Dana Gaier). Hingga suatu hari, dia dimintai sebuah bantuan dari AVL (Anti-Villain League) untuk menangkap penjahat yang mencuri sebuah serum berbahaya bernama PX-41.
Gru pun dibantu oleh Lucy (Kristen Wiig) dalam menjalankan
misinya kali ini. Dia pun bertugas untuk memata-matai sebuah mall.
Karena di dalam Mall tersebut ada pencuri yang sedang menyamar sebagai
pemilik sebuah toko di Mall tersebut.

Highly Entertaining but quite forgettable.
Despicable Me, seri pertama film ini adalah sebuah film animasi yang
layak tonton menurut saya. Segi cerita dan animasi yang cukup bagus.
Dibalut dengan berbagai adegan kocak yang jelas membuat para penontonnya
akan tertawa terbahak-bahak. Jelas Despicable Me pun adalah sebuah surprise dari cerita yang original. Film ini pun mendapat banyak pujian dari kritikus dan jelas memuncaki tangga Box Office kala itu.
Hal tersebut mungkin dimanfaatkan oleh Illumination Entertainment untuk
membuat kembali sebuah sekuel dari film pertamanya yang sukses. Jelas
film ini akan dinanti-nantikan oleh banyak orang. Karena film pertamanya
memang sukses menghibur banyak orang. Tak hanya anak kecil, remaja
serta orang dewasa pun bisa menggunakan Despicable Me sebagai hiburan
alternatif melepas penat dari kegiatan sehari-hari. Refreshing otak yang
totally work bagi mayoritas orang.
Saya pun begitu. Sudah menanti-nantikan film ini. Kejutan seperti apa
lagi yang bakal disajikan oleh film ini. Despicable Me 2 pun cocok
sekali sebagai hiburan alternatif bersama keluarga. Sekedar melepas
penat dan melupakan berbagai kesibukan. Karena jelas sekali Despicable
Me 2 memberikan berbagai guyonan segar yang membuat kita tertawa
terbahak-bahak. Meskipun sangat disayangkan berbagai scene hilarious itu
pun beberapa sudah ditawarkan di Trailer tersebut.

Despicable Me 2 pun menjadi sebuah sekuel yang tak perlu menonton film
pertamanya pun kalian sudah bisa menikmatinya. Tak seperti Monsters University yang saling berkesinambungan satu sama lain. Despicable Me 2 pun jelas mungkin akan menjadi sebuah rip-off yang
bisa dinikmati siapapun tanpa perlu melihat seri pertamanya terlebih
dahulu. Karena hanya sedikit sekali benang merah yang terjalin antara
Film keduanya dengan film pertamanya. Mungkin karena rentang tahun yang
cukup sedikit. Jadi tak perlu ada rasa Nostalgia yang kental layaknya Monsters University.
Cerita di Despicable Me 2 pun terkesan kurang tertangani dengan baik.
Ceritanya jadi terkesan lupa dengan siapa film Despicable Me yang
pertama. Mungkin memang iya, tetap menyelipkan unsur spy adventures
yang cukup impressive. Tapi, tak ada jalinan cerita sebagus yang
pertama. Ceritanya pun cenderung sedikit membosankan. Mungkin beberapa
joke-nya yang akan menyelamatkan keseluruhan film ini. Karena bagi saya
tak ada momen yang membekas dari Despicable Me 2. Mungkin setelah keluar
dari bioskop, beberapa ceritanya pun akan dengan gampang dilupakan.
Mungkin ada beberapa momennya yang memorable. (hint : Underwear).
Big portion goes to The Minions who save this movie and all the jokes are from them.
Di film-film animasi kita akan menemukan beberapa karakter kecil yang menarik perhatian. Contohnya di Toy Story kita akan menemukan sesosok Alien Kecil bermata tiga itu. Di film Brave kita akan menemukan The Triplets. Ice Age kita akan menemukan Scrat. Maka di Despicable Me ini kita akan menemukan karakter kecil dengan pesona luar biasa bernama The Minions. Semua orang akan jatuh cinta dengan The Minions
karena semua guyonannya pun terletak pada The Minions. Bahkan hadiah
Action Figure-nya yang dijual di sebuah restoran cepat saji pun laku
keras.
Di film keduanya kali ini, The Minions sepertinya mendapatkan screening time
yang cukup banyak ketimbang versi pertamanya. Karena beberapa masalah
pun masih ada sangkut pautnya dengan makhluk lonjong kecil berwarna
kuning ini. Jadi setiap scene di film Despicable Me 2 ini kita akan
menemukan sosok Makhluk Kuning ini. Beberapa jokes juga dominan di
prakarsai oleh tingkah konyol Minions. Karena banyak sekali
adegan-adegan yang menggelikan yang dilakukan oleh Minions di film ini.

Kemungkinan besar film ini mulai berantakan dari segi cerita pun karena Porsi Screening Time milik Minions yang cukup banyak kali ini. Karena jelas sekali, Naskah yang ditulis oleh Ken Daurio dan Cinco Paul
ini pun terlihat berfikir bagaimana caranya sesosok Minions ini tetap
ada diberbagai cerita di film ini tanpa ada kesan dipaksakan. Akhirnya
cukup bagus bila Minions pun diikutsertakan dalam konfliknya. Tak
seperti Scrat yang jelas seperti karakter lepas dan selingan dari inti
ceritanya sendiri.
Tetapi porsi banyak Minion inilah yang membuat karakter utamanya seperti
Gru, Lucy, serta ketiga anak Gru ini pun semakin tenggelam. Tak seperti
film pertamanya yang masih memberikan porsi yang balance antara
karakter utama dan Minions nya. Dan tak dibisa dipungkiri saya pun jadi
lebih menantikan adegan-adegan konyol yang dilakukan oleh Minion
ketimbang menikmati plot ceritanya yang tak memberikan hal yang cukup
inovatif dengan penyampaian cerita yang biasa saja. Karena memang
beberapa scene hilarious terjadi oleh ulah Minion dan adegan Underwear
yang membuat saya tertawa terpingkal-pingkal hingga mengeluarkan air
mata.
Humor di film ini pun lebih rude ketimbang Monsters University. Beberapa humornya slapstick dan tidak elegant menurut saya. Jokes slapstick
itu pun mungkin mengundang tawa penonton kecil yang ada di dalam
studio. Tapi penonton dewasa mungkin hanya beberapa jokes slapstick saja
yang bekerja maksimal. Tapi tak jarang juga guyonannya pun cliche dan malah membuat saya hening dan biasa saja.
Animasi yang digunakan oleh Illumination Entertainment ini pun jelas eye-popping.
Warna-warnanya cukup indah. Diperkuat dengan efek 3D yang sangat bagus
sekali. Desain karakternya pun cukup menarik dan tidak typical.
Desainnya di buat menggemaskan. Seperti Agnes ataupun Minion. Dengan
sentuhan adegan-adegan yang jelas eye-popping untuk memaksimalkan efek 3D-nya yang sangat indah itu.
Cast film ini pun tetap sama. Steve Carrell tetap berperan sebagai Gru
dengan aksennya yang menarik. Kristen Wiig berperan sebagai Lucy yang
juga menjadi love interest bagi Gru. Mereka bisa memberikan nyawa bagi karakternya. Chemistry nya terjalin cukup bagus. Elsie Fisher pun tetap mengisikan suara menggemaskan bagi karakter Agnes. Oh adorable Agnes.
Berbagai karakter baru pun juga mewarnai seperti Benjamin Bratt sebagai
Eduardo, Moises Arias sebagai Antonio. Semakin meramaikan film ini.

Overall, Despicable Me 2 is highly entertaining for people who want
laughing out loud and forget about their activities. Nothing special and
surprising from its sequel. Big portion for the Minions actually makes
the story a little bit ruined and forgettable. For me, Despicable Me 2
not far as a Fun Animation Movies without some big story. Just Fun and
watch what minions do in this movie. Happy Minions Day Everyone.
Illumination Pictures pun tetap merilis film ini dalam format 3D seperti
yang mereka lakukan di film pertamanya. Bagaimana dengan kualitas 3D
dari film ini sendiri? Baik. Akan saya reviewkan bagi anda.
No comments:
Post a Comment