Wednesday, October 2, 2019

Real Steel

[REVIEW FILM 2011] REAL STEEL – BAJA TERKUAT YANG SESUNGGUHNYA

real-steel-blu-ray-review
Pembukaan
Artikel kali ini akan membahas tentang salah satu film paling hits di tahun 2011, yaitu film Real Steel. Film yang membahas tentang kehidupan seorang manta petinju profesional yang harus pensiun karena jaman yang sudah berubah. Simak ulasannya di bawah ini.
Alur Cerita
Charles Kenton (Hugh Jackman), atau yang biasa dipanggil Charlie, adalah seorang mantan petinju profesional. Sayang sekali masa kejayaannya harus punah akibat perkembangan jaman. Pada tahun 2020, banyak perkerjaan manusia yang harus digantikan oleh robot, termasuk olah raga tinju. Pertunjukan tinju antar robot ini rupanya lebih menarik dari pertunjukan tinju manusia. Charlie yang hanya mantan seorang petinju dan tidak memiliki keahliah lain, terpaksa harus terus bertarung meski tanpa masuk ke dalam ring. Ya, dia terjun ke dunia ‘Robot Boxing’ sebagai pengendali robot petarung.
Sifat Charlie yang sombong, sembrono dan keras kepala membuatnya tidak pernah mulus menjalani karir barunya tersebut. Berkali-kali ia kalah dan membuatnya terlilit hutang yang banyak. Namun  Charlie tidak punya pilihan lain, dia harus tetap bertarung. Sebuh Gym tempat biasanya ia berlatih tinju, terpaksa harus segara disita jika Charlie tidak segera membayar pajak yang sudah bertahun-tahun tidak dibayar. Dia pun menyadari kalau dunianya sebentar lagi hancur.
Situasi berubah ketika akhirnya ia harus menghadiri sebuah persidangan mengenai hak asuh anak bernama Max Kenton (Anak kandungnya yang tak pernah ia temui. Max yang masih berumur sebelas tahun tentu saja belum bisa untuk hidup mandiri secara financial, dia butuh diasuh oleh kedua orang tuanya. Charlie yang jelas orang miskin, jelas tidak mau melakukan hal tersebut, dia malah bermaksud untuk menyerahkan anaknya ke panti asuhan. Namun Debra, bibi Max, tidak mau keponakannya terlantar. Debra ingin mengasuh Max, karena secara financial ia dan suami kaya rayanya, mampu menghidupi Max sampai dewasa.
Charlie melihat suatu peluang besar untuk mendapatkan uang dari suami Debra. Charlie berjanji memberikan hak asih penuh kepada Bibi Debra, dengan syarat Marvin (suami kaya Debra) harus menyerahkan uang sebesar $100.000 kepadanya. Namun ia akan meminta untuk Max tinggal sementara dengannya, tujuannya agar max tidak berfikiran bahwa Charlie membuangnya. Namun dalam tempo dekat rupanya Max mengetahui ide licik Charlie, dia pun meminta setengah bagian dari uang yang diberikan kepada Charlie.
Pertemuan Charlie dengan anak kandungnya ternyata membawanya perlahan ke gerbang kesuksesan sebagai pengendali robot. Awalnya Charlie dan Max tidak terlihat seperti ayah dan anak. Sikap yang ditunjukan Charlie terhadap anaknya pun seperti robot, dingin dan tak berperasaan. Dan Max yang diperankan oleh Dakota Goyo, menunjukan sikap yang sama. Mereka sama-sama keras kepala dan tak mau diatur. Hingga pada akhirnya mereka menemukan Atom, dari situlah petualangan mereka dimulai. Pertempuran demi pertempuran mereka lakukan bersama hingga terjalin ikatan yang kuat antara ayah dan anak.
Ulasan Inti Cerita
Real-Steel-Gigantes-de-a-oo
Shawn Levy, sutradara dari film Real Steel, rupanya sudah berhasil  memadukan antara film drama, sci-fi dan action. Siapa yang sangka bahwa film tentang pertarungan robot berujung pada kisah drama epic keluarga antara ayah dan anak. Melihat film ini saya jadi teringat dengan masa kecil saya. Sosok seorang ayah memang selalu menjadi idola pertama bagi anak-anaknya, terutama anak laki-laki.
Seorang ayah, meskipun terlihat dingin dan tak berperasaan, tapi di dalam hatinya ia sangat menyayangi anaknya. Ini ditunjukan di adegan akhir, saat Charli ingin mengungkapkan rasa cintanya yang besar terhadap anaknya dengan terbata-bata. Dan jawaban Max, memang tepat, “your secret save with me”. Bahwa perasaan cinta antara ayah dan anak laki-lakinya memang tak harus diungkapkan dengan kata-kata, tapi dengan tindakan. Charlie berhasil menunjukannya dengan bertarung sekuat tenaga melawan Zeus, robot terkuat di dunia tinju robot.
Adegan terbaik di film ini memang terletak di akhir, yaitu saat Atom melawan Zeus. Meski Atom hanyalah robot sampah yang terbuang, tapi di tangan Charlie dan Max, robot ini seperti hidup dan mewakili semangat Max dan Charlie. Itulah yang membuat Atom bertahan selama belasan Ronde saat melawan Zeus.
Hingga akhirnya Atom jatuh dan sistem penerima sensor dengarnya rusak, membuatnya tak bisa melanjutkan pertarungan. Tapi, Max tak ingin menyerah, ia tahu bahwa Atom masih sanggup bertarung dengan menggunakan sensor gerak. Max meminta Charlie untuk memimpin gerak bertarung Atom. Awalnya Charlie tidak mau, tapi atas bujukan anaknya, ia pun mau bertarung demi anaknya. Dan adegan paling so sweet antara Ayah dan Anak pun dimulai. Saya tidak akan menceritakannya sampai anda menonton sendiri ceritanya. Yang jelas, dari sini anda akan tahu siapa baja terkuat yang sebenarnya.
Kelebihan dan Kekurangan
Meski bagian terbaik dari film ini adalah ceritanya, namun kualitas grafisnya pun tidak kalah bagusnya. Gerak robotnya sangat terlihat seperti asli. Cinematografinya keren, akting Hugh Jackman dan Dakota pun seperti tak ada duanya. Mereka benar-benar terlihat seperti ayah dan anak yang sesungguhnya. Untuk kekurangannya, mungkin hanya seputar detail cerita tentang gambaran ibu kandung Max, dan kenapa Charlie sampa tega meninggalkan Max. Tapi itu sama sekali tidak mempengaruhi jalannya cerita pada film real steel. Saya hanya penasaran saja dengan cerita tentang ibu kandung Max. Selebihnya anda bisa nonton sendiri.

No comments:

Post a Comment