Episode 1 - 600 - Sinetron Putri Yang Ditukar mula menemui penonton pada 20 September 2010 setiap hari pukul 17.30 WIB di RCTI
Sinetron Putri Yang Ditukar mulai 20 September 2010 setiap hari pukul 18.00 WIB di RCTI
Pemain Sinetron Putri Yang Ditukar
* Rezky Aditya
* Nikita Willy
* Yasmine Wildblood
* Glenn Alinskie
* Citra Kirana
* Marini Zumarni, dkk.
Lagu Tema: Sudahi Perih Ini
Penyanyi: d’Masiv
Cerita & Skenario: -
Sutradara: - Sanjeev Kumar
Produser: Leo Sutanto
Produksi: Sinemart
Saluran Asli: RCTI
Pertama Tayang: Mulai 20 September 2010
Jadwal Tayang: Senin sampai Minggu pukul 16:00 WIB
Pemain:
- Nikita Willy sbg Amira
- Glenn Alinskie sbg Arman
- Rezky Aditya sbg Rizqi
- Yasmine Wildblood sbg Zahira
- Citra Kirana sbg Meisya
- Sultan Djorghi sbg Ihsan (Bapak Zahira & Bapak Rizqi)
- Marini Zumarnis sbg Utari (Ibu Zahira)
- Raslina Rasyidin sbg Leni (Ibu Rizqi)
- Atalarik Syah sbg Prabu (Bapak Amira & Bapak Meisya)
- Vonny Cornelia sbg Aini (Ibu Amira)
- Moudy Wilhelmina sbg Selena (Ibu Meisya)
- Yadi Timo sbg Wisnu (Bapak Arman)
- Ana Pinem sbg Surti (Ibu Arman) - (sumber: http://id.wikipedia.org/)
Sinopsis:
MEGA SINETRON:PUTRI YANG DITUKAR
Setiap Hari Pukul 18.00 WIB
Amira dan Zahira memiliki kehidupan yang berbeda. Amira hidup sederhana bersama kedua orang tuanya, Ihsan dan Utari. Sedangkan Zahira hidup mewah bersama kedua orang tuanya, Prabu dan Aini, serta ibu tiri Selena dan kakak tiri Meisya.
Tidak seperti Amira yang hidup penuh cinta dalam keluarganya. Sedangkan Zahira, walaupun mendapatkan kasih sayang yang berlimpah dari kedua orang tuanya, tetapi ia selalu mendapat perlakuan tidak baik dari Selena dan Meisya. Arman lah, supir pribadinya, satu-satunya orang di rumah yang tahu perihal itu, dan selalu membuat Zahira tegar.
Tanpa seorang pun tahu, Zahira sebenarnya adalah anak Ihsan dan Utari. Sedangkan Amira adalah anak Prabu dan Aini. Wisnu yang dendam pada Prabu karena telah membuatnya cacat, menukarkan kedua bayi tersebut yang lahir bersamaan. Wisnu ingin memberi Prabu pelajaran, karena ia mengasuh anak dari musuh bubuyutannya, Ihsan, yang adalah cinta sejati istri keduanya, Aini. Wisnu pun yang pernah berjanji untuk menjodohkan anaknya dengan anak Ihsan dan Utari pun menitipkan anaknya ke Surti, pembantu di keluarga Prabu. Dan anaknya itu adalah Arman.
Kerumitan terjadi saat masing-masing keduanya dipertemukan, Amira dan Zahira. Amira pun bertemu secara tidak sengaja dengan Prabu dan Aini. Amira pun bertemu dan berkenalan dengan Zahira dan Arman, saat ia mengalami kecelakaan karena hampir ditabrak oleh pemuda kaya bernama Rizqi.
Amira semakin bingung ketika Prabu, Aini & Zahira datang ke pemakaman ayahnya, Ihsan. Amira yang sedang bersedih langsung shock ketika Prabu mengenalkan namanya, karena Amira mendengar bahwa Prabu lah yang menyebabkan ayahnya meninggal dunia.
Waktu pun terus bergulir, dan mereka semua seperi hidup dalam lingkaran yang tidak terputus. Akankah kebenaran akan terungkap?.. bagaimanakah reaksi Amira dan Zahira ketika tahu kebenarannya?..
Sinopsis kisah sinetron Putri Yang Ditukar Episode 1
Di sebuah RS ada 2 pasangan yang melahirkan secara bersamaan, kebetluan mereka sama - sama melahirkan bayi perempuan. Wisnu mengunjungi ihsan dan Utari yang telah melahirkan bayi, sedangkan di RS itu pula ia bertemu dengan Prabu yang istrinya Aini juga melahirkan bayi perempuan.
Wisnu sangat dendam kepada Prabu, karena dia telah membuat dirinya itu cacat. Wisnu melihat ke tempat ruang bayi, lalu ia melihat bayi Prabu dan Ihsan yang bersampingan. Wisnu mendekati bayi Prabu yang bernama Zahira, lalu ia berniat untuk membunuh bayi itu dengan cara mencekiknya. tetapi sesaat kemudian ia segera sadar dan beristigfar, dan mengurungkan niat untuk membunuhnya. kemudian Wisnu melihat sekilas kepada Bayi Ihsan yang bernama Amira, lalu Ia menukarkan bayi Ihsan dan Prabu. Wisnu menukar gelang tanda pengenal bayi dan papan yang ada di box bayi. Wisnu berharap bayi Ihsan akan hidup dengan kemewahan dan akan memberi pelajaran pada Prabu karena dia membesarkan Zahira yang sebenarnya itu adalah anak Ihsan. sedangkan anak Prabu sendiri ya itu Amira akan dibesarkan Ihsan yang hidup miskin.
Sampai 18 tahun kemudian, rahasia itu masih tersimpan rapat dan hanya Wisnu yang tahu.
Amira tumbuh menjadi gadis yang cantik dan lembut, ia dibesarkan dengan hidup penuh kasih sayang meskipun Ia hidup sederhana dengan Ihsan dan Utari. sedangkan Zahira Ia bergelimang harta dan meskipun ia mendapatkan kasih sayang dari Prabu dan Aini, tapi ia harus mendapatkan tekanan dari ibu tiri dan kakak tirinya yang bernama Meisya.
Amira berkerja berjualan kue keliling, Amira berjualan di depan perusahaan Prabu. lalu ia diusi paksa oleh petugas karena dilarang berjualan kue. Amira terjatuha dan kue - kue nyapun berjatuhan. saat ittu juga ada Arman dan Zahira yang menghentikan mobilnya. lalu Zahira mau turun dari mobil dan ia kaget karena ia menginjak kue yang jatuh lalu Zahira melihat Amira yang terjatuh dan berniat menolongnya, tetapi Zahira telah di panggil masuk karena kedatangannya sudah ditunggu - tunggu.
di lain waktu Amira masih berjualan kue keliling, lalu ia diserempet oleh mobil yang ditumpangi oleh Aini. Aini datang untuk menolong Amira dan minta maaf karena supirnya telah menyerempetnya. saat itu juga ada orang yang datang memberi tahu kepada Ihsan dan Utari kalau Amira kecelakaan. Amira tangannya terluka lalu Aini memakaikan saputangan untuk menutupi lukanya dan aini juga memberikan uang sebagai ganti rugi untuk kue - kue nya yang rusak. Aini dan Amira tidak sadar kalau sebenarnya mereka itu adalah ibu dan anak. Aini pergi meninggalkan Amira saat itu juga datanglah Ihsan yang berlari. ihsan melihat keadaan Amira dan Ia kaget melihat saputangan yang dipakai oleh Amira. Ihsan teringat Aini, karena saputangan itu seperti milik Aini. Ihsan dan Aini dulunya adalah sepasang kekasih. Ihsam memeluk Amira dengan sayang, utari yang baru datang, tersenyum melihat ayah dan anak yang sangat akrab.
Meisya bilang kepada Prabu dan Aini kalau ia juara harapan lomba lukis. Zahira datang, dia mendapat tekanan dab berbohong kalau Zahira tidak menjadi juara. saat Zahira berbalik Prabu melihat medali di tas Zahira lalu mengambilnya, dan Prabu sangat senang karena Zahira juara 1, begitu pula dengan Aini. Selena sangat keseal melihat Zahira, karena baginya Meisya itu yang terbaik.
sumber sinopsis Episode 1: http://niazuramaria.blogspot.com/
(Special thanks and credits to/Terima kasih dan kredit diberikan kepada: http://niazuramaria.blogspot.com/)
Sinopsis kisah sinetron Putri Yang Ditukar Episode 2
Ihsan, ayahnya Amira meninggal dunia. Amira mendengar orang yang sedang berbicara bahwa ia telah disuruh oleh Prabu untuk membenuh Ihsan. Amira sangat terkejut. di hari pemakaman ayahnya, Prabu, Aini dan Zahira datang ke pemakaman. Amira sangat kaget melihat mereka datang. Saat Prabu mengenalkan dirinya bernama Prabu, Amira sangat kaget dan mengusir Prabu dan keluarganya.
Amira meneriaki Prabu pembunuh ayahnya, Utari menyuruh Amira jangan berbicara sembarangan. tetapi Aisyah berkata bahwa Prabu benar - benar membunuh ayahnya. Aini sangat sedih saat Prabu mengajaknya pergi dari pemakaman itu. Aini menangis dan pergi bersama Prabu dan Zahira.
Dirumah Amira merasa ayahnya masih hidup, itu membuat Utari ibunya makin sedih.
Amira akan pergi ke pemakaman Ayahnya dijalan ia bertemu dengan Prabu, yang akan menabraknya. Amira bilang ke Prabu silahkan bunuh sajah dirinya, kalau Prabu tidak puas dengan hanya membunuh Amira. akhrnya Prabu meninggalkan Amira.
Amira pergi ke makam ayahnya, lalu datang lah Aini dan Zahira yang akan berziarah. Amira sangat terpukul melihat Aini dan Zahira, karena Prabu telah membunuh ayahnya. amira mengusir paksa mereka dan mendorong Zahira, sehingga kalung hati yang dipakai Zahira pemeberian dari Aini jatuh, tanpa Zahira sadari.
Amira melihat kalung hati yang terjatuh, lalu ia melihat kalungnya sendiri. kalung itu adalah sama, karena kalung pasangan. Amira bertanya - tanya apa hubungannya kalung hati ini???
Amira datang ke Cafe untuk melamar pekerjaan, tapi Cafe itu tidak butuh karyawan. lalu Amira melihat seorang pelayan yang akan terjatuh karena tali sepatunya copot, lalu Amira cepat - cepat akan menolong pelayan itu tetapi terlambat, pelayan itu jatuh dan Amira yang berniat menyelamatkan malah terjatuh juga dan menimpa meja Meisya yang sedang duduk di Cafe itu. Meisya tentu saja sangat marah, karena Amira membuat Laptop nya jatuh dan rusak.
Meisya mengambil kalung hati milik Amira, Amira sangat sedih dan bilang itu ada kalung berharga karena pemberian ayahnya. Meisya bilang dia akan memberi waktu Amira satu minggu untuk mengganti laptopnya dan ia akan mengembalikan kalung itu kepada Amira.
Amira terlihat putus asa.
Rezky Aditya (belum tahu dia berperan jadi siapa disini) sedang mengemudikan mobil. lalu dia menatap foto dirinya waktu kecil bersama ayahnya (Izur muhtar) yang ditempel. lalu dari kaca spion RA melihat ayahnya sedang berjalan, lalu ia berlari mengejar laki - laki yang seperti ayahnya itu sampai ke hutan. RA kehilangan jejak, lalu ia melihat seorang pria yang berpakaian seperti ayahnya itu di dekat pohon pingsan. RA mendekati pria itu dan membalikan badannya, RA sangat kaget karena pria itu seperti mendapat luka di sekujur badan dan wajahnya nya. sepertinya pria itu adalah Ihsan, ayahnya Amira.
sumber sinopsis Episode 2: http://niazuramaria.blogspot.com/
(Special thanks and credits to/Terima kasih dan kredit diberikan kepada: http://niazuramaria.blogspot.com/)
Sinopsis kisah sinetron Putri Yang Ditukar Episode 3
Rizky membawa Ihsan ( ga tahu kalau laki – laki tyang ditolog nya sudah sadar namanya menjadi siapa, mungkin bakal hilang ingatan juga) yang terluka ke rumahnya dan merawatnya.
Prabu menemui anak buahnya dan Prabu marah kepada anak buahnya itu kenapa bisa ada orang yang tahu, kalau Ia telah merencanakan pembunuhan terhadap Ihsan. Anak buahnya mencoba membela diri, tetapi Prabu masih tetap marah – marah. Saat itu juga Utari melihat dan mendengar Prabu dan anak buahnya berbicara. Prabu pergi meninggalkan anak buahnya.
Utari mendatangi anak buah Prabu, Utari mengancam akan melaporkan dia dan Prabu ke Polisi, karena telah membunuh Ihsan, suaminya. Anak buah Prabu mengancam balik Utari, kalau Utari macam – macam anak buah Prabu itu akan membunuh Amira. Utari sangat sedih dan dia tidak bias berbuat apa – apa.
Utari berjalan terus dengan berlinang air mata, Utari tidak sadar dia berjalan di rel kereta api. Arman sedang menemani Zahira yang sedang melukis. Saat itu Arman dan Zahira melihat Utari yang sedang berjalan dan mencoba berteriak memanggil – manggil karena ada kereta yang akan melintas. Utari tidak mendengar teriakan Arman dan Zahira, Utari terus berjalan. Zahira berniat menolong Utari, dan Arman pun mengejar Zahira dan Utari. Beruntung Arman dapat menyelamatkan Zahira dan Utari, tepat sebelum kereta melintas. Arman, Zahira dan Utari bergulingan di tanah.
Utari sangat marah melihat Zahira yang telah menolongnya, karena ia ingat pada Prabu yang telah membunuh Ihsan. Utari ingat kalau Zahira pernah datang ke pemakaman Ihsan bersama Prabu dan Aini.
Utari akhirnya pulang ke rumah, saat itu juga Amira datang. Tetapi Utari tidak berani berbicara tentang Prabu yang telah membunuh Ihsan, karena takut terjadi apa – apa pada Amira.
Amira di terima sebagai petugas kebersihan di kampus. Kampus yang sama tempat Meisya, Zahira dan Rizky kuliah.
Zahira melihat kalung hati yang mirip dengan punya milik Zahira ada di tangan Meisya. Zahira bertanya kepada Meisya tentang kalung itu, dan bilang kalung itu sama persis Cuma warnanya saja yang berbeda. Meisya marah, dan bilang tidak mungkin Meisya mencuri kalung itu dan merubah warnanya. Zahira bermaksud tidak menuduh Meisya, hanya bertanya darimana Meisya mendapatkan kalung itu. Meisya bilang kepada Zahira, bukan urusannya untuk tahu urusan kalung ini dan Meisya juga bilang dia terpaksa membawa kalung itu.
Meisya datang menemui Rizky, dan bertanya kenapa Rizky tidak memberitahu kalau Rizky sudah pulang.
Hari pertama masuk kuliah tiba dan Amira sangat senang karena berarti itu hari pertama Aisyah bekerja sebagai petugas kebersihan di kampus itu. Amira terus berjalan, tiba – tiba ada mobil yang berhenti mendadak yang hamper saja menbaraknya. Amira sangat kaget. Rizky yang mengemudikan mobil itu sangat kesal, begitu juga dengan Meisya yang ada di sampingnya. Rizky dan Meisya turun hendak melabrak Amira.
Rizky sangat marah karena ternyata itu Amira yang dulu juga pernah ada kejadian yang sama, Meisya juga kaget. Meisya bilang Amira ini sangat menyebalkan karena dia juga telah merusak laptopnya.
Saat itu Zahira dan Arman melihat keributan dan tanya ada kejadian apa kepada Amira. Meisya sangat kaget karena Zahira mengenal Amira. Zahira juga memanggil Meisya dengan sebutan Kak Meisya tentu saja ini membuat Amira dan Rizky kaget, karena Zahira dan Meisya saling mengenal. Rizky bertanya pada Meisya, siapa Zahira? Meisya bilang Zahira adalah anak dari perempuan yang telah merebut ayahnya, maka pantas saja kalau Zahira bergaul dengan Amira yang di sebut GEMBEL oleh Meisya. (kata – katanya pasti ingat donk, karena sering diputer di RCTI ) . Zahira tersinggung mendengar hal itu, dan Zahira bilang Meisya boleh saja menghina Zahira tetapi tidak boleh menghina ibunya.
Rizky dan Amira kembali ketemu. Rizky sangat kesal melihat Amira. Amira melihat dompet Rizky yang terjatuh dan berniat untuk mengembalikan ke rumahnya.
Amira mendatangi rumah Rizky yang tahu dari identitas dompetnya. Amira mengetok rumah Rizky, tetapi tidak ada yang membuka pintu. Amira terus mengetuk pintu dan bertanya apa ada orang di dalam. Ihsan yang sudah sadar, dia berusaha bangun, karena mendengar suara Amira. Ihsan berusaha sekuat tenaga berjalan untuk membuka pintu, tetapi tubuh ihsan terlalu lemah dan pingsan tepat saat Ihsan akan membuka pintu. Amira yakin ada orang yang jatuh di dalam.
Rizky datang, dan ia melihat Amira ada di depan rumahnya. Rizky kembali marah – marah. Amira bilang dia hanya ingin mengembalikan dompet Rizky. Rizky bilang pasti Amira mengambil uang dari dompetnya, amira bilang dia tidak sekotor itu. Kalau tidak percaya silahkan Rizky membuka dompetnya.
Rizky masuk dan kaget karena Ihsan pingsan di depan pintu, Rizky dan pembantunya kembali membawa Ihsan ke kamarnya.
Di makam Ihsan, Utari bertemu dengan Wisnu. Utari mengajak Wisnu ke rumahnya. Tidak lama kemudian Amira pulang. Utari memperkenalkan Amira kepada Wisnu. Amira bilang dia sudah pernah bertemuu dengan Wisnu di makam Ihsan. Wisnu tampak dendam sekali kepada Amira. Utari pamit ke belakang dan meninggalkan Wisnu dan Amira. Wisnu bilang dia tidak suka kepada Amira karena Amira memiliki darah pembunuh. Amira sangat tidak mengerti mendengar perkataan Wisnu, karena Wisnu dan Ihsan Ayahnya itu adalah sahabat karib.
Wisnu pergi dari rumah Utari. Amira bilang kenapa sepertinya Wisnu tidak menyukai Amira. Utari hanya bilang mungkin sikap Amira yang telah membuat Wisnu tidak menyukai dirinya.
Rizky sedang menemani Ihsan yang masih pingsan. Ibunya Rizky menyuruh Rizky tidak baik pada orang asing. Rizky bilang Ibu nya tidak perlu dan tidak harus selalu mencampuri urusan Rizky, dan begitu pula Rizky tidak akan mencampuri urusan ibunya. Ibunya marah – marah.
Di kampus Amira melihat Zahira dan berniat akan menanyakan perihal kalung hati. Zahira mengira Amira akan membahas perihal Prabu yang dituduh Amira sebagai pembunuh Ihsan. Amira bilang dia hanya ingin menanyakan perihal kalung hati, apa benar ini milik Zahira. Zahira sangat senang melihat kalung hatinya kembali. Zahira mengatakan memang benar itu kalung miliknya. Amira sangat kaget karena Amira juga memiliki kalung yang sama. Zahira juga kaget.
Meisya melihat dan mendengar Amira dan Zahira sedang berbicara. Meisya merebut kalung milik Zahira juga. Sehingga kalung Zahira dan Amira ada di tangan Meisya. Zahira dan Amira minta kalung itu di kembalikan, tetapi Meisya tidak mau memberikannya. Meisya bilang dia akan membuang salah satu kalung itu, Meisya menyruh memilih kalung yang mana yang sebaiknya di buang. Zahira dan Amira tidak mau Meisya membuang kedua kalung itu.
Meisya bilang dia sangat penasaran dan tidak akan memberikan kalung itu. Meisya penasaran karena kalung itu begitu berari bagi Zahira dan Amira, dan bentuknya juga sama, Cuma warna yang membedakan keduanya. Meisya akan mencari tahu tentang kalung itu, Karena Meisya yakin ada sesuatu di balik kalung itu.
sumber sinopsis Episode 3: http://niazuramaria.blogspot.com/
(Special thanks and credits to/Terima kasih dan kredit diberikan kepada: http://niazuramaria.blogspot.com/)
Sinopsis kisah sinetron Putri Yang Ditukar Episode 4
Meisya masih tetap berniat akan membuang salah satu kalung hati itu ke danau. Amira dan Zahira meminta Meisya jangan melakukan hal itu. Meisya tidak peduli.
Arman turun dari bus, dibelakangnya ada Wisnu yang juga turun dari bus. Arman berniat ingin mengantarkan tugas milik Zahira yang ketinggalan. Arman kaget melihat orang – orang sedang berkerumun dan mendengar ada keributan. Arman lebih kaget lagi karena ternyata itu adalah Meisya, Amira dan Zahira.
Arman meminta Meisya jangan membuang kalung – kalung itu dan Arman meminta Meisya mengembalikan kalung itu kepada Zahira dan Amira. Karena kalung hati itu berharga bagi keduanya.
Meisya tidak mau, dia tetap akan membuang salah satu kalung itu. Meisya meminta Wisnu, memeilih kalung mana yang sebaiknya dibuang. Meisya bilang kalung hati yang putih milik Amira dan yang Merah milik Zahira.
Wisnu ingat, Ihsan pernah meminta Wisnu untuk memberikan kalung hati merah kepada Aini. Akhirnya Wisnu memilih kalung putih Amira yang dibuang, karena Wisnu sangat membenci Prabu. Wisnu mengambil kalung putih itu dari tangan Meisya dan membuangnya ke danau.
Amira sangat sedih dan menangis. Amira segera berenang untuk mengambil kalung itu. Zahira akan menolong Amira, tapi Arman bilang dia saja yang akan membantu Amira. Meisya sangat senang sekali, Meisya pergi membuang kalung hati merah milik Zahira dan Zahira memungutnya.
Kalung Amira tidak dapat ditemukan. Amira sangat sedih, tapi Arman bilang yang penting itu bukan kalungnya, tapi yang penting adalah kenangan kalung itu dan ihsan yang selalu ada di hati Amira.
Amira basah kuyup. Amira dipanggil oleh Ibu nya Rizky. Ibunya Rizky menanyakan siapa Amira dan bertanya kenapa Amira basah kuyup. Amira bilang dia tad ibis kecebur dan Amira bilang dia petugas kebersihan di kampus. Ibu nya Rizky memperkenalkan diri sebagai pemilik kampus.
Ibunya Rizky menawari Amira kerja tambahan. Ibunya Rizky akan ke Sukabumi minggu depan, dan ia butuh orang untuk bekerja karensa salah satu pembantunya sedang pulang kampung. Amira menerima pekerjaan itu.
Wisnu datang ke rumah Utari. Utari menanyakan kemana saja Wisnu, kok tidak kelihatan dari tadi. Amira pulang, dia bilang akan berangkat ke Sukabumi, karena Amira ditawari pekerjaan tambahan. Utari keberatan. Amira bilang Utari tidak perlu khawatir karena yang menawari pekerjaan itu adalah pemilik kampus tempat Amira bekerja sebagai petugas kebersihan.
Wisnu mengancam Amira, agar Amira jangan pernah memberitahukan kejadian tentang kalung itu pada Utari. Amira salah paham, dan mengira Wisnu juga terlibat dalam pembunuhan ayahnya dengan Prabu. Amira bilang dia tidak akan melaporkan Wisnu kepada Utari, karena Amira sangat mencintai ayahnya. Amira bilang dia harus menghormati Wisnu juga, karena di mata Ihsan Wisnu adalah tetap sebagai teman baiknya. Wisnu terdiam.
Rizky membawa Ihsan ke Sukabumi. Ibunya Rizky menyambut kedatangan keluarga Prabu.Ibunya Rizky memperkenalkan kedua istrinya, yaitu Selena dan Aini kepada ibunya Rizky. Prabu juga memperkenalkan Meisya dan Zahira sebagai putri – putrinya. Meisya sangat senang, tentu saja karena Meisya telah mengenal ibunya Rizky. Rizky datang dan diperkenalkan kepada keluarga Prabu.
Keluarga Rizky dan keluarga Prabu akan masuk ke Villa, dan sangat terkejut ketika melihat Amira sedang memberi makan kuda. Ibunya Rizky heran, apa mereka mengenal Amira. Ibunya Rizky bilang dia membutuhkan Amira untuk mengurus kuda – kudanya, karena pengurus tetapnya sedang cuti. Prabu bilang dia tidak begitu mengenal Amira, Prabu bilang dia mengenal Amira karena Amira pernah mempunyai masalah dengan putrinya.
Ibunya Rizky mengerti, karena Prabu bilang itu adalah masalah anak muda. Jadi tidak terlalu penting. Prabu bilang dia ingin segera istirahat karena mendadak pusing, ibunya Rizky mengajak mereka semua masuk. Kebetulan waktu makan siang segera tiba.
Prabu tidak segera mengikuti yang lainnya masuk, Prabu hanya menatap tajam Amira dengan lama. Amira tidak mengerti. Akhirnya Prabu masuk juga, dengan tidak berkata apa – apa pada Amira.
Amira sedang mengambil air untuk kuda – kuda. Amira tampak keberatan mengangkat ember yang berisi air itu. Saat itu Aini datang membantu Amira, dan bilang kalau pekerjaan berat akan terasa ringan kalau dikerjakan berdua. Amira berterimakasih dan tersenyum pada Aini.
Aini membelai lembut Amira, tampak sekali ada ikatan kuat antara keduanya. Zahira yang melihat hal itu, heran sekali. Karena Aini membelai lembut Amira, seperti Aini membelai lembut diri Zahira. Zahira memanggil ibunya dan memberitahukan kalau makan siang sudah siap.
Prabu meminta Rizky untuk menemani Zahira naik kuda, karena Zahira belum pernah naik kuda. Ibunya Rizky juga menyuruh demikian, tetapi Rizky menolak. Selena dan Meisya kesal karena Prabu seperti akan menjodohkan Rizky dengan Zahira. Ibunya Rizky minta maaf atas kelakuan Rizky, Prabu bilang tidak apa – apa.
Amira hampir bisa melihat Ihsan, tapi penutup jendela kamar Wisnu di tutup.
Acara keluarga itu dilanjutkan dengan naik kuda. Ibunya Rizky memperlihatkan kuda yang paling bagus yang suka dinaiki Rizky. Meisya bilang dia ingin menaiki kuda itu. Ibunya Rizky bilang, kuda itu sudah dipesan Prabu untuk Zahira. Meisya tidak bisa berbuat apa – apa.
Ibunya Rizky menyuruh Zahira agar naik ke kuda, Aini memberi support kepada Zahira agar jangan takut. Selena dan Meisya merncanakan sesuatu. Selena bilang pada Aini, bahwa tadi Prabu ingin berbicara dengan Aini, tapi signal HP di sana sangat jelek, jadi putus – putus. Selena berniat menyuruh Aini untuk meminjam telepon villa pada ibunya Rizky. Ibunya Rizky dan Aini ragu untuk meninggalkan Zahira yang telah naik kuda. Selena tetap memaksa dan bilang Zahira bisa bersama dengan Meisya, karena keduany terbiasa berkuda sejak kecil.
Setelah semuanya pergi tinggalah Meisya dan Zahira. Zahira merasa ketakutan menaiki kuda itu. Meisya dengan licik menusuk kuda itu dari belakang. Tiba – tiba saja kuda itu berlari kencang dan tidak terkendali. Zahira teriak – teriak memanggil ayahnya. Zahira meminta – minta tolong.
Ihsan yang sedang terbaring, samar – samang mendengar suara Zahira. Mungkin karena ada ikatan batin ayah dan anak, Ihsan dapat mendengar suara itu. Ihsan berusaha bangkit dan pergi mencari asal suara minta tolong itu.
Di jalan ada dua orang yang melihat Zahira dan kudanya yang berlari kencang. Saat dua orang itu sedang berbicara tentang perempuan yang berkuda, Amira mendengar mereka dan Amira khawatir itu adalah Zahira.
Amira pergi menemui ibunya Rizky dan bilang Zahira sedang ada dalam bahaya.
Sementara itu Rizky yang sedang mendengarkan music dan bersepeda tidak mendengar teriakan Zahira. Rizky yang tiba – tiba melihat Zahira jatuh dari kuda kaget, Rizky dan Zahira terjatuh. Saat bersamaan Ihsan dan ibunya Rizky datang dari yang berlainan arah dan melihat kejadian itu.
Zahira jatuh ke jurang, Rizky yang melihat kejadian itu hanya bisa memanggil Zahira. Ihsan menuduh Rizky dan yakin bahwa Rizky yang menyebabkan Zahira terjatuh. Ibunya Rizky bilang jangan macam – macam. Tiba – tiba kepala Ihsan pusing, dan Ihsan hilang ingatan. Ihsan menanyakan siapa dia?dan dimana dia? Ibunya Rizky makanya Ihsan tidak boleh sembarangan, dan ibunya Ihsan bilang kalau risky adalah anak kandungnnya. Ihsan akhirnya pingsan.
Rizky akan menolong Zahira, tetapi ibunya melarang dan bilang sebaiknya Rizky cepat – cepat membawa Ihsan ke Villa. Ibunya bilang, Zahira biar dia yang urus.
Amira mencari – cari Zahira dan dia menemukan kuda. Amira melihat ke jurang dan kaget melihat Zahira ada dibawahnya. Amira menolong Zahira, dengan meminta bantuan orang – orang yang lewat.
Ibunya Rizky ke villa dan bilang Zahira kecelakaan. Selena dan Meisya sangat senang mendengar hal itu. Ibunya Rizky, Selena, Meisya dan Aini akan pergi mencari Zahira. Di perjalanan mereka melihat Ihsan yang sedang menggendong ihsan. Meisya ingin diturunkan disana, karena ibunya Rizky bilang Rizky akan kerumah temannya yang sedang sakit. Tetapi ibunya Rizky takut, dan bilang mereka semua harus segera mencari Zahira karena tidak mempunyai waktu yang banyak.
Mereka semua melihat Zahira yang pingsan bersama Amira dan orang – orang yang berkerumun. Aini menangis melihat hal itu, saat itu juga Prabu datang yang kembali dai perjalanan.
Zahira dibawa ke puskesmas terdekat. Rizky menemani Ihsan yang pingsan. Saat itu Ihsan sadar dan ibunya juga melihat hal itu. Ihsan menanyakan siapa dirinya. Ibunya Rizky bertanya, apa benar Ihsan tidak ingat apa – apa. Ibunya Rizky menyuruh Ihsan menatap matanya, dan bilang kalau ia adalah istrinya dan Rizky adalah anak mereka. Risky akan mengatakan hal yang sebenarnya, tapi ibunya melarang. Kalau missal Ihsan tahu Rizky bukan anaknya, bisa saja ihsan memberi tahu Prabu kalau kecelakaan itu karena Rizky yang menabrak kuda itu.
Rizky tidak mengerti ibunya, dan bilang dia akan tetap mengatakan hal yang sebenarnya pada Ihsan dan akan minta maaf pada Prabu. Ibunya memohon, dia tidak ingin bisnis yang dijalinnya dengan Prabu hancur begitu saja. Ibunya memohon dan bilang jika Rizky mau berbohong pada Ihsan, ibunya akan mempertemukan Rizky dengan ayah kandungnya. Rizky setuju karena Rizky sangat ingin bertemu dengan ayah kandungnya.. Rizky akan bilang bahwa Ihsan itu adalah ayahnya agar Ihsan tidak memberitahu Prabu, karena tidak mungkin Ihsan melaporkan Rizky ke Prabu, kalau Ihsan tahu Rizky adalah anaknya.
sumber sinopsis Episode 4: http://niazuramaria.blogspot.com/
(Special thanks and credits to/Terima kasih dan kredit diberikan kepada: http://niazuramaria.blogspot.com/)
Sinopsis kisah sinetron Putri Yang Ditukar Episode 5
Rizky tidak mengerti ibunya, dan bilang dia akan tetap mengatakan hal yang sebenarnya pada Ihsan dan akan minta maaf pada Prabu. Ibunya memohon, dia tidak ingin bisnis yang dijalinnya dengan Prabu hancur begitu saja. Ibunya memohon dan bilang jika Rizky mau berbohong pada Ihsan, ibunya akan mempertemukan Rizky dengan ayah kandungnya. Rizky setuju karena Rizky sangat ingin bertemu dengan ayah kandungnya.. Rizky akan bilang bahwa Ihsan itu adalah ayahnya agar Ihsan tidak memberitahu Prabu, karena tidak mungkin Ihsan melaporkan Rizky ke Prabu, kalau Ihsan tahu Rizky adalah anaknya.
Ibunya Rizky menyuruh Ihsan dibawa ke Jakarta tanpa seorang pun yang tahu. Ketika Rizky akan membawa Ihsan ke mobil, Ihsan jatuh. Saat itu Amira melihat Ihsan terjatuh, tetapi tidak sempat melihatnya. Amira bilang dia hanya ingin menolong, tetapi Rizky bilang tidak perlu dan menyuruh Amira kembali kerja. Ihsan mendengan suara Amira, dan seperti tidak asing bagi Ihsan suara itu.
Zahira sedang di obati. Selena dan Meisya berharap Zahira tidak selamat. Berbeda dengan Prabu dan Aini yang sangat khawatir. Dokter bilang Zahira tidak apa – apa, hanya patah tulang biasa. Dokter itu meminta Prabu agar Zahira tidak di bawa pulang, karena kondisinya masih harus dalam pengawasan. Aini dan Prabu melihat keadaan Zahira, Prabu bilang dia bisa mati kalau Zahira kenapa – kenapa. Meisya dan Selena sangat kesal mendengar hal itu.
Arman sedang mencuci mobil, dia memikirkan Zahira yang sedang liburan ke Villa. Bi Surti datang, Arman yang sedang melamun menganggap Bi Surti itu Zahira. Bi Surti marah kepada Arman, karena dikepalanya hanya ada Zahira. Kalau Prabu tahu Arman suka Zahira, Bi Surti takut mereka akan dipecat dan diusir.
Wisnu ingin melihat Arman, tak sengaja Arman juga melihat Wisnu. Arman ingat Wisnu adalah orang yang membuang kalung Amira, Arman bertanya kenapa Wisnu tahu tempat Arman tinggal. Wisnu bilang kemarin ia melihat Arman di kampus.
Arman dan Wisnu sedang berbicara. Bi Surti memanggil Arman yang malah ngobrol dengan orang asing dan bukannya bekerja. Wisnu mendengar Bi Surti. Wisnu kaget dia tidak mau Surti melihatnya. Wisnu segera pergi.
Bi Surti bilang Arman ngobrol dengan siapa? Arman bilang dia berbincang dengan orang yang mungkin tinggal sekitar sini, dan bilang ciri – cirinya. Bi Surti berpikir dalam hati, ciri – ciri yang disebutkannya sama seperti dengan Wisnu, kakaknya.
Aini mengucapkan terimakasih kepada Amira. Prabu melihat Aini yang sedang bersama Amira. Prabu tidak suka Aini dekat – dekat dengak Amira karena bagaimanapun Amira tahu kalau Prabu lah yang membunuh ayahnya. Prabu menyuruh Aini segera menemani Zahira. Aini pergi. Prabu bilang ke Amira, kalau Amira jangan coba – coba mendekati Zahira dan Aini.
Prabu dan Aini mendapat informasi kalau kuda itu di lukai dengan sengaja, sehingga membuat Zahira terjatuh. Selena dan Meisya takut kalau ketahuan, tapi Selena dan Meisya punya rencana. Prabu dan Aini mengadukan masalah kuda itu kepada ibunya Rizky. Prabu menuduh Meisya yang melukai itu, tetapi Selena membela Meisya dan mengatakan bisa saja Amira yang melukai kuda itu. Karena bisa saja Amira dendam karena Prabu dituduh membunuh ayahnya. Prabu terpancing.
Prabu mendatangi Amira dan bilang sebaiknya Amira mengaku kalau Amiralah yang melukai kuda itu. Prabu ingin mencari bukti pisau yang dipakai untuk melukai kuda itu. Prabu menemukan pisau itu dalam tas Amira. Semuanya sangat kaget. Selena dan Meisya sangat senang, karena rencananya berhasil.
Prabu mengambil pisau itu dengan tissue dan menunjukan pisau itu kepada Amira, tetapi Amira tetap tidak mengaku. Prabu akan membawa Amira ke kantor polisi. Aini melarangnya. Prabu yakin sidik jari Amira ada di pisau itu. Meisya ketakutan saat prabu akan membawa pisau itu ke kantor polisi, karena sidik jari Meisya ada dalam pisau itu. Selena langsung membujuk Prabu agar tidak memperkarakan Amira ke kantor polisi. Prabu menyetujuinya, karena Prabu pun takut kalau kasus pembunuhan Ihsan akan terungkap.
Ibunya Rizky penasaran dengan tuduhan Amira atas pembunuhan ayahnya. Tetapi ibunya Rizky menganggap hal ini bagus, karena Prabu akan menganggap jatuhnya Zahira murni keccelakaan.
Amira melihat keadaan Zahira dan bilang kalau dia tidak melakukan apapun terhadap Zahira. Zahira dan Aini bilang dia percaya pada Amira, kalau Amira bukanlah pelakunya. Amira senang. Zahira kembali melihat kedekatan Amiran dan Aini. Zahira heran karena sepertinya mereka itu sangat akrab sekali.
Prabu dan keluarganya telah pulang ke Jakarta. Arman kaget melihat Zahira yang terluka dan akan membantunya berjalan. Tetapi selena membentak Arman dan menyuruh Arman mengangkat barang – barang.
Amira bilang pada Utari bahwa Zahira kecelakaan. Utari sangat senang, karena Zahira adalah putra Prabu seorang pembunuh. Amira kaget karena dulu ibunya tidak percaya Prabu yang membunuh. Utari bilang sekarang dia sudah tahu semuanya. Tetapi utari tidak bisa berbuat apa – apa, karena ancamannya adalah nyawa Zahira.
Wisnu datang dan bilang Utari tidak boleh senang kalau Zahira kecelakaan, karena dia adalah anak ihsan. Amira dan Utari kaget. Saat Utari dan Amira menanyakan apa maksud Wisnu? Wisnu mengelak bahwa tadi dia tidak mengatakan apapun dan maksudnya adalah, Zahira dan Amira seumuran. Jadi utari tidak boleh mendoakan yang jelek, karena bisa saja itu menimpa Amira. Utari mengerti, dan bilang pada Wisnu. Utari hanya ingin membuat Prabu merasakan kehilangan orang yang sangat dicintainya.
Ihsan menemui Rizky dan ingin melihat Album keluarga. Rizky bilang di album itu hanya ada Rizky dan ibunya saja. Lalu Ihsan menanyakan namanya pada Rizky. Risky diam saja. Ihsan memohon – mohon agar Rizky memberitahukan namanya. Risky bingung harus jawab apa. Risky terselamatkan oleh HP yang berbunyi. Risky mengangkat telepon dan meninggalkan Ihsan.
Meisya kesal karena harus ke kampus satu mobil dengan Zahira. Arman membukakan pintu untuk Zahira dan berniat mengantarkan Zahira masuk. Meisya teriak minta dibukakan pintu, karena Meisya juga majikan Arman. Akhirnya Arman membukakan pintu untuk Meisya dan kembali akan mengantarkan Zahira. Meisya melarang Arman menemanni Zahira dan menyuruhnya untuk memarkirkan mobil.
Meisya meminta Zahira mengantarkan kopi panas ke kelasnya, karena Zahira tidak membawa buku. Buku Zahira di bawa oleh Arman, Arman membantu Zahira karena tangan yang satu milik Zahira patah. Meisya menjebak Zahira sehingga kopi yang dibawa Zahira tumpah dan mengenai kaki Meisya.
Meisya meminta Zahira berlutut untuk membersikan sepatu dan kakinya yang kena tumpahan kopi. Risky melihat semua itu dan bilang Meisya tidak pantas menyuruh adiknya sendiri seperti itu. Meisya bilang dia tidak sudi memiliki adik seperti Zahira. Zahira bilang dia akan membersihkan kaki Meisya, tetapi Rizky mengambil Tissu dari tangan Zahira dan membersihkan kaki Meisya. Meisya teriak – teriak meminta Rizky menghentikan semua itu karena yang Meisya inginkan adalah Zahira yang membersihkannya.
Arman melihat kejadian itu dan heran karena Rizky yang sombong dan angkuh itu mau membantu Zahira. Zahira berterimakasih kepada Rizky yang telah menolongnya. Zahira melihat sisi baik dari Rizky yang selama ini sombong dan angkuh.
Wisnu datang ke tempat Utari berjualan. Tiba – tiba ada Prabu yang merusak dagangannya. Wisnu dan Utari marah – marah dan bilang Prabu itu pembunuh. Prabu mendorong Utari hingga terjatuh, saat itu Amira datang.
Prabu pergi dan dan Wisnu melempari Prabu. Prabu menarik dan akan menyiksa Amira karena mengira Amiralah yang melempar dirinya. Wisnu sangat senang melihat Prabu menyiksa anaknya Amira, darah dagingnya sendiri. Utari berlutut memohon – mohon agar Prabu melepaskan Amira. Prabu pergi. Amira bilang ibunya tidak perlu berlutut di depan Prabu seperti itu. Utari bilang dia hanya tidak ingin melihat Amira tersiksa. Utari dan Amira menangis dan berpelukan.
sumber sinopsis Episode 5: http://niazuramaria.blogspot.com/
(Special thanks and credits to/Terima kasih dan kredit diberikan kepada: http://niazuramaria.blogspot.com/)
Sinopsis kisah sinetron Putri Yang Ditukar Episode 6
Prabu pergi dan dan Wisnu melempari Prabu. Prabu menarik dan akan menyiksa Amira karena mengira Amiralah yang melempar dirinya. Wisnu sangat senang melihat Prabu menyiksa anaknya Amira, darah dagingnya sendiri. Utari berlutut memohon – mohon agar Prabu melepaskan Amira. Prabu pergi. Amira bilang ibunya tidak perlu berlutut di depan Prabu seperti itu. Utari bilang dia hanya tidak ingin melihat Amira tersiksa. Utari dan Amira menangis dan berpelukan. Wisnu tampak tidak senang melihat Utari dan Amira saling melindungi.
Ihsan, “ibu Leny! maaf, saya hanya agak cagung menyebut nama kamu dengan sebutan ibu”.
Leny, “ya, panggil Leny saja seperti biasa, maaf saya juga segera harus pergi”.
Leny tampak ingin segeran pergi meninggalkan Ihsan.
Ihsan, “nama saya siapa?”
Leny, “nama kamu Rusli”.
Leny pergi meninggalkan Ihsan, Leny berdoa supaya Rizky tidak marah, karena Leny memberikan nama ayah kandungnya pada Ihsan.
Zahira sedang membayar makanan, Rizky mengambil makanan milik Zahira.
Zahira, “itu kan makanan aku”
Rizky, “sudah tahu”.
Rizky membawa makanan Zahira ke meja dan mengajaknya duduk bersama. “sudah tahu tangan kamu sakit, masih saja kamu memilih makanan yang susah”.
Risky membantu Zahira membuka telur asin, Zahira sangat tidak percaya Rizky dapat berbuat baik. Zahira bilang apa Rizky punya saudara kembar? Risky bilang dia hanya ingin berbuat baik pada Zahira, karena orang tuanya berteman baik, tidak sepantasnya kalau mereka terus – terusan bertengkar.
Prabu sedang berbincang dengan Leny. Prabu melihat Ihsan keluar dari rumah Leny dan naik mobil. Leny melihat Prabu yang melihat Ihsan. Leny berpikir mungkin ihsan akan pergi jalan-jalan, Leny mengurungkan niatnya untuk memanggil Ihsan, karena nanti Prabu malah akan bertanya – tanya.
Prabu akan segera pergi. Leny curiga Prabu mengenal Ihsan karena Prabu seperti akan mengikuti Ihsan. Leny takut kalau Prabu mengenal Ihsan, rahasianya akan terbongkar. Leny segera mencegah Prabu pergi dengan bilang ada dokumen yang harus ditandatangani oleh Prabu.
Prabu menanyakan pada Leny, laki – laki yang barusan pergi dari rumahnya. Leny bilang dia itu adalah mantan suaminya, yang baru mengalami kecelakaan dan sekarang tinggal bersama Leny. Prabu bilang sepertinya dia pernah mengenalnya. Leny sangat takut rahasianya akan terbongkar.
Utari sedang berjualan, tetapi satpam mengusir Utari. Dan satpam itu membuat dagangan Utari berantakan.
Zahira dan Arman melihat Utari, lalu berniat menolongnya. Utari malah mengusir Zahira, karena Utari tidak mau dibantu oleh anak orang yang telah membunuh suaminya. Zahira bilang, Utari jangan pernha bilang kalau ayahnya itu pembunuh. Utari bilang Zahira jangan coba – coba membela Prabu.
Utari akan memukul Zahira, tetapi Arman melindungi Zahira. Dan saat itu Arman bilang, Utari jangan pernah menampar Zahira. Utari bilang dia adalah anak Prabu. Arman jadi bertanya – tanya sebenarnya Wisnu itu hubungannya apa dengan ibunya Amira. Zahira juga ingat kalau Wisnu juga mengenal ibunya, yaitu Aini. Wisnu bilang kepada Utari kalau benci pada Prabu jangan juga membenci anaknya, karena Zahira tidak tahu apa – apa.
Ihsan menanyakan kepada pembantu Leny. Bagaimana dia bisa mengalami kecelakaan dan bagaimana Ia bisa sampai di rumah mantan istrinya. Pembantu rumah itu malah takut kalau salah bicara dan pergi meninggalkan Ihsan. Ihsan curiga, sepertinya ada yang salah dengan dirinya karena semua orang di rumah itu tampak menyembunyikan identitas dirinya.
Ihsan membuka lemari dan ia menemukan baju kaos, yang yakin itu adalah miliknya. Di kaos itu ada tulisan “AYAH JELEK”. Ihsan mencoba mengingat siapa yang menulisnya, tetap Ihsan tidak mampu mengingat.
Di waktu yang sama Amira juga meliha saputangan yang bertuliskan “AMIRA JELEK”. Amira baru sadar kalau saputangan itu milik ibu Aini.
Rizky datang dan kaget melihat Ihsan yang kesakitan.
Ihsan, “tolong katakana, siapa saya sebenarnya. Apa kamu benar – benar anak saya?”
Rizky, “iya”.
Ihsan, “itu tidak mungkin. Kamu ga bohong kan?”
Rizky, “enggak”.
Ihsan samar – samar mengingat gerakan tangan yang dulu sering dimainkan bersama Amira. Ihsan mencoba mempraktekannya, Rizku mencoba membalas gerakan tangan Ihsa. Lalu Ihsan bilang, bukan seperti itu. Bukan kamu yang ada dalam ingatannya.
Risky lalu bilang, mungkin yang ada dalam ingatannya adalah anaknya. Risky tidak tega melihat Ihsan yang penasaran akan jati dirinya. Risky akhirnya akan memberitahukan semua kebenaran. Tetapi Leny langsung mencegahnya.
Ihsan menanyakan siapa sebenarnya dirinya. Leny bilang, mungkin karena mereka sudah berrcerai cukup lama dan selama itu pula Ihsan tidak pernah bertemu Rizky. Jadi mungkin ingatan Ihsan tentang Rizky telah hilang. Ihsan bingung, sepertinya tidak begitu.
Leny bilang pada Rizky, jangan coba – coba membongkar rahasianya. Karena tadi Prabu datang dan bilang ia seperti mengenal Ihsan. Leny bilang kalau Ihsan memberitahu kalau Rizky yang bikin Zahira celaka, Prabu bisa marah. Risky marah dan bilang dia ingin bertemu dengan ayah kandungnya. Leny bilang Rizky harus bikin Ihsan percaya kalau Rizky adalah benar – benar anaknya, baru Leny akan mempertemukan Rizky dengan Ayah kandungnya.
Amira mengembalikan saputangan kepada Aini. Amira minta maaf karena saputangannya ada tulisannya. Amira bilang kalau yang menulisnya itu adalah ayahnya waktu masih hidup. Aini melihat tulisan itu dan Aini langsung sedih mengingat Ihsan yang dulu sangat dicintainya.
Aini memeluk Amira. Selena dan Meisya heran melihat hal itu. Zahira dan Arman juga melihat hal itu.
Zahira, “mama”.
Arman hanya memperhatikan semuanya.
Aini, “zahira, kamu sudah pulang sayang”.
Selena langsung memperkeruh suasana. Selena bilang kok Aini bisa akrab banget dengan Zahira, seperti anak dan ibu kandung. Selena memanas – manasi Zahira, kok Zahira bisa diam saja melihat semuanya.
Zahira bilang dia tidak keberatan, karena Amira itu gadis yang baik, mungkin mama nya simpati terhadap keadaan Amira. Meisya bilang, Zahira jangan munafik.
Selena bilang kalau ayah Amira dan ibunya Zahira dulunya ada sepasang kekasih yang saling mencintai. Zahira dan Amira sangat kaget mendengar hal itu. Selena bilang pada Zahira, kalau Aini itu tampangnya saja baik tetapi kelakuannya itu sangat buruk, karena Aini lebih memilih menikah dengan Prabu karena harta.
Selena bilang, tidak heran kalau Aini lebih menyayangi Amira. Karena Amira itu adalah anak dari laki – laki yang dicintainya, sedangkan Zahira adalah anak yang dilahirkannya terpaksa.
Zahira pergi, Aini mengejarnya. Zahira bilang sangat sedih karena mamahnya tidak pernah menginginkannya dan dilahirkan karena terpaksa. Aini mengakui kalau dulu ia memang mencintai ayahnya Amira, tetapi Zahira adalah buah cintanya dengan Prabu, ayahnya Zahira. Aini juga bilang kalau missal Aini dapat kembali memutar waktu dan Aini bisa menukar Zahira dengan Ihsan, Aini bilang dia tidak akan pernah menukar Zahira karena Zahira adalah anugeran buat Aini. Zahira sangat sedih dan senang mendengar hal itu.
Amira melihat dan mendengar semuanya. Amira bilang wajar kalau Zahira menganggap Amira saingan, Amira akhirnya pergi meninggalkan mereka.
Risky melempar kaleng minuman dan mengenai amira. Amira balas melemparkan minuman itu ke Rizky. Risky mendatangi Amira dan menyuruh Amira membersihkan jok mobilnya yang kotor. Amira membersihkan Jok mobil Rizky, saat itu Rizky melihat ayahnya naik angkot.
Rizky segera membawa Amira mengejar angkot itu. Ayahnya Rizky turun dari angkot, Rizky langsung menghentikan mobilnya dan segera turun. Risky mengejar ayahnya yang berjalan ke perkampungan. Amira mengejar Rizky dari belakang. Risky kehilangan jejak, Karen Rizky melihat ayahnya itu telah pergi naik ojek.
Rizky sangat sedih karena ia hamper bisa bertemu dengan ayahnya, Amira dapat menyusul Rizky, Amira bilang kalau Rizky terus berusaha pasti ia bisa bertemu dengan ayahnya. Amira juga bilang Rizky beruntung, karena ayahnya masih hidup dan dapat di cari. Amira bilang dia telah kehilangan ayahnya untuk selamanya, karena ayahnya telah meninggal. Rizky turut sedih mendengar cerita Amira.
Ihsan mendatangi rumah Utari. Ihsan bilang sepertinya ia merasa mempunyai ikatan yang kuat dengan rumah ini. Ihsan berpikir mungkin yang punya rumah tahu sesuatu tentang dirinya. Ihsan mencoba mengetuk pintu, tetapi tidak ada jawaban.
Amira melihat dari kejauhan sepertinya ada yang datang ke rumahnya. Amira ditabrak oleh orang yang mengenadaria sepeda, lalu Amira membantu orang itu berdiri.
Ihsan pergi meninggalkan rumah itu setelah memastikan tidak orang di rumah itu. Amira tidak sempat melihat wajah orang yang mengetuk rumahnya.

No comments:
Post a Comment