Review Film: Reza Rahadian Curi Perhatian dalam My Stupid Boss
Dalam dunia perfilman, duet Reza Rahadian dan Bunga Citra Lestari mungkin sudah identik sebagai pasangan Habibie dan Ainun. Dalam film Habibie Ainun (2012), penonton dibuat tersentuh dengan akting cinta mereka yang sangat menghayati. Nah, bagaimana kalau Reza dan BCL harus akting bermusuhan?
Meski pun ditentang suaminya, Diana tetap bersikeras mau bekerja. Dia pikir dirinya dan Bossman akan cepat akrab karena mereka sama-sama orang Indonesia. Ternyata Bossman adalah the worst boss ever! Selain banyak omong dan seenaknya sendiri, Bossman ternyata juga pelit, licik, curigaan, dan suka melanggar aturan. Dia sama sekali tidak punya kemampuan untuk memimpin perusahaan. Akibatnya, seluruh tata kerja perusahaannya berantakan dan semua karyawannya benci setengah mati pada Bossman. Selain BCL, kantor ini turut diramaikan dengan sejumlah aktor Malaysia sebagai anak buah Bossman, yaitu Atikah Suhaime, Chew Kinwah, Bront Palarae, dan Iskandar Zulkarnain dengan tingkahnya masing-masing yang aneh bin ajaib. Sebagai kepala administrasi, Diana kewalahan mengatur tagihan yang menumpuk, menampung omelan dari supplier, serta mendengarkan keluhan para karyawan. Tapi si Bossman yang kikir ini tidak pernah mau mendengarkan pendapat mereka. Tetap saja dia semena-mena dan merasa dirinya paling benar. Masalahnya, Diana terpaksa harus bertahan di tempat kerjanya karena sudah terlanjur terikat kontrak. Stres!
Meski pun berperan jadi orang yang annoying, Reza tetap membawakan Bossman sebagai karakter yang mengundang tawa dan tidak membosankan tanpa terkesan lebay, sehingga kita terus penasaran dengan aksi berikutnya. Bravo Reza!
Sebagai anak buah Bossman, BCL kali ini tampil manis dengan rambut bob dan bahasa Melayu yang fasih. Tapi seperti film-film sebelumnya, well, BCL stays as herself, hanya saja kali ini dengan ekspresi kesal dan marah-marah. Sebaliknya, suasana kantor justru lebih dimeriahkan oleh penampilan jenaka para aktor dari Malaysia.
Sayangnya, setelah sederetan adegan lucu, lama-lama jokes dan monolog Diana terasa monoton, seperti penggunaan kata “si kumis lele” dan “bom molotov”. Okay, we get it already, jadi tidak perlu diucapkan berkali-kali, kan? Keberadaan Alex Abbad sebagai suami Diana juga kurang signifikan karena ia hanya mengulang-ulang reaksi yang sama ketika mendengarkan curhat Diana. Puncaknya, klimaks pertengkaran seru antara Bossman dan Diana diselesaikan dengan ending yang agak dipaksakan dalam waktu yang terlalu singkat.
Hal lain yang menonjol dari My Stupid Boss adalah visual yang didominasi dengan warna hijau, merah, dan kuning. Walaupun mengambil setting di masa kini, color palette ini membuat suasana film terlihat retro dan enak dipandang, mengingatkan kita akan warna film-film Wes Anderson.

No comments:
Post a Comment