DRAGON BALL: EVOLUTION
Inget betul gue waktu itu masih kuliah semeter akhir waktu berita pertama kali Dragon Ball akan naik ke layar lebar. Dan buat gue yang ngefans banget sama Goku dan antek-antek ajaibnya sejak kecil itu meresa resah. Resah, kalau cerita yang sangat dipuja-puja orang-orang yang membacanya itu menjadi sebuah film Floop.
Dan benar aja, epik Dragon Ball itu menjadi sebuah lelucon nggak lucu gaya sitkom di AnTV (sorry, nggak maksud sebut merek, tapi nggak tahan). Go Kou yang identik dengan kepolosan dan ketidak cerdasannya itu bersekolah, sampai SMA! Great! Goku sendiri disini digambarkan sebagai seorang pemuda yang keren dan tinggal disebuah kota. Memiliki seorang kakek yang mengajarinya bela diri.
Diberi judul oleh penulis ceritanya, Dragon Ball Evolution (DBE), beberapa karakter yang menghilang disini adalah Yamcha dan Krilin. Mungkin karakter Krilin dihilangkan karena sulitnya mencari orang yang nggak punya hidung. Tapi secara keseluruhan, seluruh karakter yang ada di film ini sungguh jauh dari yang kita kenal sebelumnya di dalam komik maupun anime. Burma digambarkan bagaikan sosok Lara Croft yang ahli senjata dan bela diri. Mutenroshi yang diawal cerita delalu menggendong tempurung kura-kura diperankan oleh aktor kawakan Chow Yun Fat, dan hasilnya adalah seorang Bullet Proof Monk yang bisa mengeluarkan Kamehame. Piccolo di film ini digambarkan menggunakan jubah bak Chris John yang mau naik keatas ring tinju. Sorry, ralat, lebih seperti Hulk yang kurus yang hendak naik ring tinju. Ya, baru benar penggambarannya.
Jalan ceritanya memang tidak jauh berbeda dari Dragon Ball. Goku vs Piccolo. Namun cerita yang rencananya akan dibuat dalam Trilogi ini jadi seperti sampah di mata para penggemarnya. Son Goku lebih mirip Frodo Baggins yang hendak pergi ke Mordor untuk menghancurkan cincin milik Sauron. Setting dunia yang jauh berbeda dari cerita di komiknya juga sangat mengecewakan. Relief yang tergambar dalam komik karangan Akira Toriyama ini diakui oleh sang empunya, meniru relief yang ada di Bali. Dia mencontohnya ketika melihat gambar-gamabar mengenai Bali pada koleksi foto istrinya. Dunia DBE ini nggak jauh berbeda dengan Amerika.
Gambar-gambar yang ditampilkan di trailernya lebih menunjukkan bahwa film ini menganut faham CGI-isme, walaupun creatornya menampik tudingan tersebut. Menurut mereka, 85% pembuatan film tersebut di Mexico City, Durango, Los Angeles. Biaya 100 juta Dollar yang digunakan untuk membuat film ini terasa terbuang percuma. Film ini bahkan tak bisa dibandingkan dengan Transformers. Mengecewakan…
Beberapa Karakter Dalam DBE:
Goku
Mutenroshi
Bulma
– TRAILER DRAGON BALL EVOLUTION –
No comments:
Post a Comment